Connect with us

Jambi

Bukan Sekadar Magang

Published

on

Awak redaksi kilasjambi.com berswafoto dengan mahasiswa PPL.

*Gresi Plasmanto

Waktu itu mereka datang diantar oleh dosen pamong. Dosen pamong, Bang Jun–begitu kami menyapanya, memasrahkan lima orang mahasiswanya untuk digembleng, menjalankan praktik pengalaman lapangan (PPL) alias magang di redaksi kilasjambi.com.

Mereka adalah; Hidayat, Tarmizi, Riska Amelia, Chintya Permata Sari, dan Asila Aprilia. Kelimanya merupakan mahasiswa Jurnalisitik Islam dan Komunikasi Penyiaran Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Jambi.

Selama sebulan mereka belajar bersama dengan kami di sini, di dapur redaksi kami yang kecil ini. Suatu kehormatan pula buat tuan guru yang telah mempercayakan redaksi kami sebagai tempat untuk belajar.

Tak terasa. Perasaan baru kemarin sore. Sebulan memang waktu begitu cepat. Mereka kini telah menyelesaikan tugasnya. Kamis kemarin (16/10/2020), mereka pamitan. Kalau kata orang Jambi “datang tampak muka, pergi tampak punggung”.

Inilah secuil cerita selama mereka magang.

Singkat kata selama praktiknya, kami mengakui mereka punya potensi dalam dunia jurnalis. Mereka mampu menjalankan praktik jurnalisme sejati yang peka dengan suara publik. Tidak melulu, mereka menyajikan konten hits; hiburan, dan konten kekinian yang sedang hangat dibicarakan.

Tapi yang bikin bangga, secara inisiatif kalian juga mampu menyajikan konten liputan yang menyuarakan suara orang terpinggirkan. Mulai dari persoalan, kelompok miskin yang luput bantuan dari pemerintah, tingginya kasus narkoba, hingga mereka merekam kekerasan aparat terhadap massa aksi unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja.

Angkat topi buat kalian. Karena memang sejatinya ruh jurnalisme ada bekerja untuk publik dan demi kepentingan publik. Istilahnya menyuarakan suara yang tak bersuara (voice to the voiceless). Jurnalis juga harus menjadi watchdog atau anjing penjaga–terus melaksanakan fungsi pengawasan sosial.

Seperti apa yang dikatakan bapak sembilan elemen jurnalisme, Bill Kovach dan Tom Rosentiel. Dalam bukunya The Elements of Journalism, disebutkan salah satu dari sembilan elemen jurnalisme itu adalah setia kepada kepentingan publik/warga.

“Kesetiaan kepada publik ini adalah makna dari yang kita sebut independensi jurnalistik,” begitu kata bapak sembilan elemen jurnalisme.

Kalian itu kan mahasiswa jurnalistik. Meski tak menjamin ketika kalian lulus nanti akan bekerja sebagai jurnalis. Tapi setidaknya dari sini kalian sudah punya bekal untuk terus peka menyuarakan berbagai persoalan yang terjadi di sekeliling kalian.

Saya yakin di sekitaran kalian pasti masih banyak persoalan ketidakadilan yang terjadi, seperti petani digusur, petani gagal panen, petani tercekik tengkulak. Dan masih banyak persoalan kelompok marginal, kaum miskin kota yang perlu kalian suarakan.

Kalian mesti menjadi harapan. Kalian itu oke dan ideal untuk jurnalisme yang independen, yang terus menjadi penyambung suara untuk orang pinggiran.

Jadi jurnalis jangan sekadar menjadi “humas” penguasa. Jangan hanya menampung ludah penguasa atau pemerintah. Karena jurnalis itu bukan jurkam.

Pun jangan menjadi bos jurnalis atau ketua organisasi wartawan– menggunakan profesinya dan organisasinya bukan untuk kepentingan publik.  Bahkan profesinya itu dilacurkan untuk kepentingan golongan dan kandidat politik. Jangan ditiru ya yang seperti itu!!!

 

***

Sebagai penghormatan, kami tampilkan kembali hasil karya kawan-kawan:

Massa Aksi Hari Tani di Jambi: Gagalkan Omnibus Law, Laksanakan Reforma Agraria Sejati

Mengenal Sejarah Hari Tani dan 6 Tuntutan Rakyat Jambi

Kisah Keluarga Masjelita di Batanghari: Luput dari Bantuan Pemerintah

Keluh Kesah PKL di Mendalo Jambi, Omzet Turun Karena Pandemi

Beragam Persoalan Belajar Daring di Tengah Pandemi

Suatu Hari di Kafe Nurroit, Menikmati Sajian Kopi Brewing

Dari Keramba Ikan Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Museum Siginjei Pamerkan 80 Keramik Kuno dari Eropa dan Asia

Ketika Namira Ketiban Untung di Tengah Demam Bunga

Karet Kurang Menguntungkan, Samsudin “Bantin Setir” Jualan Kerupuk Jengkol

BNNP Jambi: 245 Pecandu Narkoba Jalani Rehabilitasi

Polda Tangani 479 Kasus Narkoba di Jambi

[KILAS FOTO] Berburu Pakaian Bekas Impor

[KILAS FOTO] Mahasiswa UNBARI Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja

Empat Mahasiswa Jambi Dilarikan ke Rumah Sakit

“Kami mahasiswa Indonesia bersumpah, bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan”

Rahasia Kopi Janji Jiwa Jadi Primadona Kalangan Milenial

[KILAS FOTO] 31 Tahun Toko Buku Hottong di Tengah Serbuan Buku Digital

[KILAS FOTO] Aglonema Red Anjamani Paling Diincar Emak-emak

Batik Jambi, dari Masa ke Masa

Sampah Plastik: Dimana Ada, Ada Manfaatnya

Meraih Peluang Ekonomi Melalui Instagram

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *