Sosmed Dakwah 2025: Menggugah Kesadaran Ekologis Mahasiswa untuk Merawat Bumi

Civitas Fakultas Dakwah mengikuti kegiatan Sosmed Dakwah Tahun 2025 di UIN STS Jambi, foto: ist

KILAS JAMBI – Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi mengadakan kegiatan Solidaritas Mahasiswa dan Eduksi Dakwah (Sosmed Dakwah 2025) yang dilaksanakan di Amphiteater Wing C, kampus II UIN STS Jambi. Kamis, 18 September 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Dakwah, pengurus SEMA dan DEMA serta LPM Biru Merdeka, serta diikuti juga sekitar 120 mahasiswa baru.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Dakwah, Prof. Dr. H. Ahmad Syukri, SS., M.Ag. Dalam sambutannya, Prof. Ahmad Syukri menekankan pentingnya penguatan kapasitas keilmuan dalam dakwah.

“Kegiatan seperti ini adalah langkah awal untuk menyemai kebaikan dan kebenaran, serta merupakan refleksi moral yang sejalan dengan gagasan dakwah hijau,” kata Prof Syukri.

Ia menyebut, bahwa dakwah hari ini harus relevan dengan isu lingkungan dan bahwa menjaga bumi sama artinya menjaga amanah Allah. Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Kesadaran Ekologis; Refleksi Moral dan Dakwah Hijau” yang bertujuan meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap masalah lingkungan melalui pendekatan moral dan keagamaan.

Narasumber dalam kegiatan ini menghadirkan Wakil Dekan I Dr. Syahroni, Wakil Dekan II Dr. Agus Salim dan Wakil Dekan III M.J  Habe, serta Kepala Persputakaan UIN STS Jambi dan Kepala Pusat  Kajian Gender, Anak dan Disfabilitas. Adapun materi-materi yang disajikan meliputi: penyelenggaraan akademik, standar operasional prosedur (SOP) dan layanan sarana-prasarana (sarpras), pembinaan bakat dan minat mahasiswa, layanan perpustakaan serta kajian gender, anak, dan disabilitas. Setelah presentasi materi, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan organisasi mahasiswa (ormawa) dan pemaparan program kerja untuk satu tahun ke depan.

Acara kemudian ditutup oleh Wakil Dekan III, Dr. M. Junaidi Habe, M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa mahasiswa harus memiliki critical thinking, agar mampu menelaah dan menganalisis fakta-fakta empiris serta memberi solusi cerdas terhadap realitas kehidupan dan dinamika kampus.

Wadek III Fakultas Dakwah M Junaidi Habe saat memberikan materi kepada peserta Sosmed Dakwah 2025, foto: ist

Selain itu, dirinya mendorong agar mahasiswa tidak hanya hadir di awal semester namun mampu mengisi waktu perkuliahan 4 tahun dengan keterlibatan aktif dalam organisasi ekstra kampus untuk pengembangan soft skills.

“Kegiatan ini memiliki makna strategis sebagai upaya fakultas dalam membangun budaya keilmuan dan kepedulian lingkungan (dakwah hijau) di kalangan mahasiswa,” kata Junaidi.

Dengan tema ekologis yang dipadukan refleksi moral, diharapkan mahasiswa baru tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan dan nilai-nilai keadilan sosial. Dekan Fakultas berharap bahwa program ini dapat menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk terus tumbuh dalam kapasitas intelektual dan moral, serta memperkuat identitas sebagai mahasiswa dakwah yang tidak hanya berilmu tetapi juga bertanggung jawab atas alam dan sesama.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts