Connect with us

Jambi

Ramuan Daun Sungkai Bantu Penyembuhan Pasien Covid-19, Ini Hasil Penelitian UNJA

Published

on

Bupati Merangin Al Haris bersama tim dari Jurusan MIPA Fakultas Sains dan Teknologi Unja menunjukkan ramuan daun sungkai, foto: ist

KILAS JAMBI – Ramuan tradisonal daun sungkai diyakini berperan besar pada penyembuhan pasien Covid-19 di Kabupaten Merangin, pasien-pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Kolonel Abunjani Merangin rata-rata cepat sembuh setelah mengkonsumsi ramuan daun sungkai.

Saat awal-awal pandemi Covid-19 melanda, Kabupaten Merangin sempat menjadi salah satu daerah yang pasien positifnya tergolong tinggi di Provinsi Jambi. Namun Bupati Merangin Al Haris, berinisiatif mencari pengobatan tradisional sebagai alternatif pengobatan medis. Ramuan daun sungkai jadi pilihan. Kini Kabupaten Merangin di Provinsi Jambi menjadi salah satu daerah zona hijau Covid-19.

Untuk diketahui, ramuan ini sudah jadi obat turun temurun untuk flu dan demam ringan bagi sebagian masyarakat Merangin. Cara pembuatannya juga sederhana. Yakni, daun dari pohon Sungkai direbus dan dicampur madu, kemudian didinginkan lalu dikonsumsi secara rutin hingga flu-demam hilang.

Dibantu istrinya, Hesti, Bupati Merangin Al Haris serta tim membuat ramuan ini dalam jumlah cukup banyak. Ramuan daun sungkai yang sudah jadi, diberi secara cuma-cuma kepada pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Kolonel Abunjani.

Al Haris awalnya tak berharap banyak dengan ramuan tradisional ini. Namun hasil yang menunjukkan positif, membuat Al Haris dan Hesti makin gencar membuat ramuan daun sungkai. Apalagi, setelah mengonsumsi ramuan khusus ini, pasien-pasien positif Covid-19 di Merangin rata-rata lebih cepat sembuh. Hingga akhirnya Merangin menjadi zona hijau Covid-19.

Fakta ini membuat Al Haris kian bersemangat dan ingin mengetahui lebih dalam kandungan ramuan daun sungkai. Berbekal sampel, Al Haris meminta bantuan laboratorium Universitas Jambi untuk meneliti ramuan tradisional turun temurun ini. Lalu hasilnya?

Ramuan Daun Sungkai Mengandung Etanol dengan Fungsi Antiinflamasi

Setelah difasilitasi Rektor Unja, sampel ramuan daun sungkai diteliti. Hasilnya, ramuan ini mengandung ekstrak etanol yang efeknya antiinflamasi.

“Ramuan daun sungkai sudah diuji di tikus, hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak etanol memberikan efek antiinflamasi,” kata Dr Madyawati Latief, Ketua Jurusan MIPA Fakultas Sains dan Teknologi Unja menjelaskan.

Apa itu Antiinflamasi? Dari laman Wikipedia.org, diketahui bahwa antiinflamasi atau antiradang adalah obat yang mengurangi radang (inflamasi), meredakan nyeri.

“Kandungan kimia sudah diuji. (ramuan daun sungkai) mengandung senyawa flavonoid, fenolik, saponin, tanin dan alkaloid,” kata Dr Madyawati, lagi.

Dari sumber-sumber di penelusuran internet, diketahui bahwa senyawa-senyawa di atas serupa dengan antioksidan yang memiliki beragam manfaat untuk tubuh. Seperti dapat memperbaiki sel yang rusak akibat radikal bebas dan meningkatkan kekebalan atau imun tubuh.

Rincian hasil penelitian terhadap ramuan daun sungai Merangin oleh Universitas Jambi, bisa didownload di url ini : https://drive.google.com/file/d/1VitnfRCtOeeQipCkDyAwR03f5dXkxecS/view?usp=sharing

Dari keterangan di atas, apakah ramuan daun sungkai bisa dijadikan obat Covid-19?

“Ini baru uji awal ke hewan percobaan, untuk manusia masih banyak tahapan uji yang harus dilewati, perlu uji klinis,” kata Dr Madyawati.

Terpisah, Bupati Merangin Al Haris mengaku cukup puas dengan hasil uji lab ramuan daun sungkai yang dilakukan Universitas Jambi. Meski belum diketahui pasti khasiat ramuan ini manjur atau tidak untuk obat Covid-19, namun Haris berharap pihak berwenang bisa melakukan research lanjutan untuk memperdalam kandungan ramuan daun sungkai Merangin.

“Potensi-potensi obat Covid-19 sangat perlu dilakukan dalam waktu cepat. Supaya wabah ini bisa kita berantas dengan cepat pula,” kata Al Haris.

Hasil implementasi ramuan daun sungkai, tambah Haris, menunjukkan efek positif bagi pasien Covid-19 di Kabupaten Merangin.

“Karena efeknya positif hingga membuat Merangin jadi zona hijau Covid-19, kami rasa penelitian lanjutan ramuan daun sungkai sangat perlu dilakukan,” kata Haris. (*)

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *