Setop Menyiksa Binatang!

Jambi, kilasjambi.com– Hari Hak Asasi Binatang Internasional diperingati setiap 15 Oktober. Peringatan hari ini menjadi momentum agar manusia menghargai hak binatang sebagai makhluk hidup.

Peringatan hari Hak Asasi Binatang ini diawali deklarasi 46 negara dan 330 kelompok pendukung hewan. Menukil dari situs Kalderanews.com, deklarasi peringatan hari tersebut dilatarbelakangi banyaknya kasus kekerasan hewan yang biasanya terjadi di kebun binatang atau sirkus.

Deklarasi ini berlangsung di Paris, Perancis, pada 15 Oktober 1978. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Hak Asasi Binatang.

Adapun deklarasi ini berisi mengenai berbagai macam Hak Asasi Binatang. Menurut isinya ada 5 kebebasan terhadap binatang, yakni binatang terbebas dari rasa haus dan lapar, rasa tidak nyaman, mengekspresikan tingkah laku alami, stres dan takut, serta dilukai atau sakit.

Pada momen peringatan hari Hak Asasi Binatang ini, redaksi Kilasjambi.com menemui seorang yang punya hobi memelihara dan merawat binatang. Kami meminta pendapatnya tentang Hak Asasi Binatang.

Adalah Erwin Hage, warga Kota Jambi. Hak Asasi Binatang menurut dia, wajib dipertimbangkan untuk diperjuangkan, tetapi jika memang hal-hal penting yang lainnya sudah terpenuhi, barulah beranjak ke Hak Asasi Binatang tadi.

“Kalau di sini disebut tempat penampungan kucing-kucing tidak juga, tapi tepatnya bisa dikatakan orang yang memilihara kucing akan tetapi memiliki ruangan khusus di dalam rumah,” kata Erwin mengawali pembicaraan di rumahnya, Senin (11/10/2021).

Hak Asasi Binatang perlu diperhatikan dan didukung oleh pemerintah serta masyarakat sekitar, bagaimana agar hewan-hewan yang ada tetap dijaga, akan tetapi tidak keluar dari populasi.

“Intinya hak asasi hewan perlu diperhatikan, tapi tidak untuk dinomor satukan. Dalam hal ini jika ada hal yang lebih penting lagi, jangan menyiksa binatang,” kata Erwin.

Memelihara hewan di rumah, kata Erwin, menjadi hobi tersendiri bagi sejumlah orang. Erwin memceritakan, kecintaanya pada kucing begitu besar, hingga ia pernah merawat kucing dengan jumlah 17 ekor kucing.

Jenis kucing yang ia pelihara adalah jenis kucing medium. Akan tetapi pada saat ini hanya ada 5 ekor kucing yang tersisa, dengan jenis kelamin 2 ekor kucing laki-laki, 3 ekor kucing perempuan. Dan selebihnya telah diadopsi oleh pihak keluarganya.

Erwin Hage menceritakan bagaimana awal mula ia bisa memelihara kucing. Padahal sebelumnya ia sudah lama berkeinginan mempunyai kucing, akan tetapi dikarenakan sibuk dengan kegiatannya maka pada waktu itu ia belum memelihara kucing.

“Pada waktu itu, saya mempunyai teman yang memelihara kucing, dikarenakan teman saya sibuk dengan pekerjaannya. Sebab hal itu teman saya ingin ada orang yang mengadopsi kucing yang dia rawat,” katanya bercerita.

Karena hobinya pada kucing, hingga akhirnya tanggal Maret 2013 dia memutuskan untuk mengadopsi kucing temannya. Kucing yang dia adopsi pertama berjenis kelamin laki-laki.

“Awal saya adopsi kucing itu suka marah, mungkin karena space-nya yang berganti-ganti. Akhirnya sebagai penenang saya membeli kucing perempuan pada waktu itu, sehingga kucing tersebut mulai tenang dan berkembang biak sampai 17 ekor kucing,” tambahnya.

Dia memberikan tips memelihara kucing. Memelihara hewan seperti kucing, membutuhkan perhatian khusus dari sang pemilik. Meski cukup mudah untuk dipelihara tapi bukan berarti bisa diabaikan. Makanan yang cukup, air dan perawatannya layak untuk kita berikan.

“Waktu jumlah kucing tersebut masih sedikit saya memberikan makanan kucing itu dengan Royal Canin, tapi pada akhirnya berubah menjadi makanan biasa,” kata Erwin menjelaskan.

“Agar memancing untuk selera makannya timbul, saya berikan seminggu sekali makanan sejenis biskuit ataupun daging-daging basah, dan ketika lagi sakit saya berikan kuning telur ayam kampung,” kata Erwin.

Penulis: Eka Cahyani Putri*

*Mahasiswa PPL Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, UIN STS Jambi

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts