Mengunjungi Hutan Harapan, Rumah Gajah Sumatera di Hutan Dataran Rendah Tersisa

Pohon Bintangor (Colopyllum Mophyllum) Berada di dekat sungai lalan hutan harapan Bajubang, Batanghari, Jambi, Sabtu (9/9/2023). Pohon Bintangor yang dapat ditemukan dihutan harapan ini ternyata dipercaya sebagai tanaman obat. (Kilasjambi.com/Ihwang Saputra)

Riuh kicauan burung eksotis mengiringi perjalanan kami saat menuju ke Sungai Lalan, kawasan Hutan Harapan di Kabupaten Batanghari, Jambi, Sabtu (9/9/2023). Pagi itu, begitu tiba di Sungai Lalan, kami langsung berjalan kaki menyusuri dan masuk ke dalam hutan.

Pepohonan menjulang tinggi. Dibaliknya tersembunyi rumah-rumah bagi berbagai spesies flora dan fauna langka dan khas endemik Sumatra.

Musadat, staf PT Restorasi Ekosistem Indonesia (Reki), selaku pengelola restorasi ekosistem Hutan Harapan ikut menemani perjalanan kami. Di sepanjang tak berhenti menjelaskan bermacam tumbuhan yang kami lihat.

Layaknya kamus berjalan, dia paham betul apa yang kami tanyakan. Mulai dari nama-nama spesies tumbuhan hingga satwa. Ia jawab.

Mengenal Hutan Harapan

Hutan Harapan adalah restorasi ekosistem pertama di Indonesia itu pernah dikunjungi Putra Mahkota Kerajaan Inggris, Pangeran Charles pada 2008. Total luas kawasan sekitar 98.555 hektare di Jambi dan Sumatra Selatan, dan merupakan sisa hutan tropis dataran rendah di bagian selatan dan tengah Pulau Sumatera.


Kawasan Hutan Harapan termasuk salah satu wilayah hutan tropis Sumatera yang paling terancam di dunia. Hutan ini merepresentasikan sekitar 20 persen keanekaragaman hayati di pulau Sumatera.

Selain menjadi ruang hidup masyarakat adat, Hutan Harapan juga menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati dan satwa dilindungi.

Dari data yang dikeluarkan PT Reki, Hutan Harapan merupakan satu dari 34 hotspot keanekaragaman hayati global. Di hutan ini ada 1.931 spesies flora dan fauna, terdiri 1.311 flora dan 620 spesies fauna.

Dari 1.311 spesies flora tersebut, sebanyak 43 spesies endemik Sumatera dan 10 di antaranya spesies dilindungi. Juga, menjadi habitat penting bagi 620 spesies fauna, mulai mamalia, burung, reptil, hingga amfibi.

Hutan Harapan menjadi habitat penting Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus). Berdasarkan data lembaga konservasi internasional International Union for Conservation of Nature (IUCN), Gajah Sumatera masuk dalam status kritis (Critically endangered).

Saat ini, PT Reki selaku pengelola Hutan Harapan menggunakan GPS Collar untuk pemantauan pergerakan gajah. Monitoring ini bertujuan untuk memantau pergerakan gajah, mengantisipasi perburuan liar, dan sekaligus upaya mitigasi konflik.

Selain itu, mereka juga menggunakan kamera jebak/trap untuk memantau harimau dan satwa mangsanya.

Teks dan Foto: Ihwang Syaputra

*Karya tersebut bagian dari program Training Jurnalis Konservasi yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jambi x Pundi Sumatra yang didukung TFCA Sumatra.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts