Connect with us

Jambi

Menggiurkan, Produksi Satu Hektar Pinang Betara Hasilkan Cuan Rp84 Juta

Published

on

Petani di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Kuala Betara mengupas buah pinang hasil panen di kebunnya, foto: kilasjambi.com

Tanjab Barat, kilasjambi.com – Buah pinang menjadi salah satu komoditi andalan di Provinsi Jambi. Bahkan, pinang Betara, Kabupaten Tanjungjabung Barat, merupakan pinang dengan kualitas nomor wahid di Sumatera.

Beberapa waktu lalu, Provinsi Jambi melakukan ekspor perdana buah pinang sebanyak 18 ton, untuk Arab Saudi.

Dengan kualitasnya, pinang Betara menghasilan pundi-pundi rupiah yang menggiurkan, produksi buah pinang dalam satu hektarnya bisa menghasilkan uang sebesar 84 juta rupiah.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal mengatakan, luas lahan perkebunan pinang Betara terbesar berada di wilayah Tanjungjabung Barat yang mencapai 12 ribu hektare. Sedangkan di Tanjungjabung Timur, luas perkebunan pinang mencapai 10 ribu hektare, dan kemungkinan ada perluasan lahan kembali.

“Untuk penghasilan buah pinang di Jambi itu mencapai 4.000 ton pertahun, penghasil terbesar dari Tanjungjabung Barat,” katanya.

Agusrizal mengatakan, untuk kualitas buah pinang se-Sumatra, Provinsi Jambi termasuk nomor satu, malahan Provinsi Riau belajar dari Jambi.

“Pinang Betara ini kualitasnya berbeda dengan pinang di daerah lain. Mempunyai ciri khasnya tersendiri, dari proses penanaman dalam waktu empat tahun sudah bisa panen,” kata Agusrizal, Jumat 24 September 2021.

Penanamannya, lanjut Agusrizal, juga bisa tumpang sari dengan tanaman lain seperti cabai dan terong, dengan jarak dua meter setengah.

“Untuk produksi buah pinang Betara ini pertahun 2,8 ton perhektar,” katanya.

Ia menyebut, produksi buah pinang Betara dibandingkan dengan buah pinang biasa sangat berbeda jauh. Buah pinang biasa hanya 800 Kg/hektar.

Saat ini, harga pinang Betara mencapai 30 ribu rupiah perkilogram, untuk pinang kering dan bulat. “Kita bayangkan saja untuk tanaman pinang Betara ini dalam perhektar itu 2,8 ton, harga perkilo saja 30 ribu rupiah. Bisa mencapai nilai 84 juta rupiah satu hektar,” sebutnya.

Agusrizal menjelaskan, keunggulan tanaman pinang bisa tanpa menggunakan pupuk, berbeda dengan tanaman sawit yang membutuhkan pupuk.

Masa sistemasi penen buah pinang, katanya, ada dua tahap, untuk tahap pertama masa panen raya yaitu panennya bisa dua kali dalam pertahun dan yang kedua setiap bulan bisa panen. “Di Provinsi Jambi buah pinang ini menjadi produk unggulan kita saat ini,” katanya.

“Pinang banyak manfaatnya sampai diekspor ke Arab Saudi, itu buah pinang selain untuk dimakan, sebagai bahan kosmetik juga bisa,” kata Agusrizal.

Dikatakannya, jika buah pinang merupakan tanaman khasnya daerah Tanjungjabung Barat dan Timur, karena dua wilayah tersebut dataran rendah dan bergambut, sedangkan untuk di daerah lain sangat berpengaruh dengan produksi buahnya.

“Kalau di dataran tinggi buah pinang bisa lebih sedikit produksinya,” katanya menutup pembicaraan. (*)

Reporter: Hidayat

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *