Upaya Melestarikan Budaya Lokal

Amnah Safitri

Oleh: Amnah Safitri*

Indonesia merupakan negara yang dikenal dengan panorama keindahan alamnya, kaya akan rempah-rempah, dan keanekaragaman budaya, serta mempunyai beragam bahasa daerah. Indonesia yang mempunyai berbagai macam tradisi adat-istiadat tersebut mampu bersanding dengan norma-norma keislaman yang berkembang.

Keanekaragaman membuat Indonesia kaya akan keragaman lokal. Kaya akan tradisi, budaya, berbahasa daerah, kesenian, pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, bahkan senjata tradisional. Dan tidak salah lagi banyak para wisatawan asing maupun wisatawan lokal yang berkunjung serta tertarik dengan budaya yang ada di Indonesia, termasuk ke wilayah Desa Muaro Jambi.

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa kebudayaan di Indonesia sekarang memiliki banyak keanekaragamannya. Namun demikian, ada satu fenomena yang menggelisahkan yaitu entitas kebudayaan sekarang sudah mulai terlupakan dan tertinggal ke belakang oleh masyarakatnya sendiri terutama pada anak-anak muda zaman sekarang yang biasa disebut dengan sebutan Gen-Z (Generasi-Z). Fenomena anak-anak muda sekarang ini lebih mementingkan dan menyukai hal yang bersifat modern atau kekinian.

Kondisi ini disinyalir karena adanya pengaruh asing. Contohnya seperti: tarian orang luar yang tidak mengindahkan aurat, berjoget layaknya personil band, lagu-lagu asing dan lebih menyukai film barat dan drama korea yang dalam kondisi tertentu produk-produk tersebut ada beberapa yang tidak sesuai dengan adat ketimuran.

Anak-anak zaman sekarang tampaknya semakin luntur minatnya terhadap budaya lokal yang tepatnya budaya yang ada di Muaro Jambi. Perubahan perhatian anak-anak gen-Z hari ini tentunya dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal, maupun pengaruh asing. Namun, perlu ditegaskan bahwa pengaruh asing tidak melulu semuanya buruk dan mesti ditolak.

Fenomena surutnya perhatian anak muda terhadap budaya lokal sungguh sangat disayangkan karena masyarakat terutamanya anak muda menjadi pemalas dalam melakukan sesuatu dan lemah dalam berpikir. Dan juga sangat disayangkan mereka lebih menyukai dan lebih bangga dengan hal-hal yang berbau asing dari pada yang berasal dari daerahnya sendiri. Dan seharusnya mereka anak muda-lah yang harus mengembangkan, memperkenalkan dan melestarikan budaya di daerahnya masing-masing.

Desa Wisata Candi Muaro Jambi memiliki berbagai potensi yang cukup menarik dari segi alamnya maupun seni kebudayaannya karena berdampingan langsung dengan cagar budaya peringkat nasional. Berbicara tentang kebudayaannya yang mungkin sebagian tidak diketahui oleh anak-anak muda sekarang.

Kebudayaan atau kesenian yang terus berkembang di Desa Wisata Muaro Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi yaitu kesenian Berdah. Berdasarkan sifatnya, Berdah ini merupakan seni pertunjukan di daerah Muaro Jambi yang dikategorikan ke dalam seni musik.

Syair yang dilantukan dalam Berdah tersebut berisikan sanjungan atau pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Dzikir Berdah ini dimainkan dengan duduk bersila, dan dimainkan lebih dari satu orang. Berdah di dalam masyarakat Melayu sangat digemari bahkan sampai menjadi penanda orang-orang berbudaya. Corak Berdah sangat islami karena syair-syair yang dilantunkan berupa sholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Perkembangan budaya Berdah ini tidak seperti yang dibayangkan. Ternyata banyak anak-anak zaman sekarang kurang tertarik bahkan ada yang tidak tahu apa sih itu Berdah? Nah, mereka ini lebih senang menghabiskan waktunya untuk bermain gadget dari pada mempelajari seni berdah yang adalah warisan leluhur yang merupakan jati dirinya kebangsaannya sendiri.

Kondisi seperti inilah jangan sampai diteruskan, karena jika diteruskan kebudayaan kita seiring waktunya akan hilang dan tenggelam, sebab anak zaman sekarang kurang minat dengan kebudayaan yang ada di daerahnya sendiri. Jika anak zaman sekarang malas dalam melastarikan seni dan budaya daerahnya, bagaimana bisa untuk mempertahankan dan mensosialisasikan budaya ini kepada penerus generasi selanjutnya.

Guna menjaga dan melestarikan budaya lokal kita yang ada di dalam masyarakat, bahwa peran pemerintah dan masyarakat setempat sungguh sangat penting untuk mencegah anak zaman sekarang atau generasi muda yang sudah terprovokasi oleh dunia gadget dan arus globalisasi.

Intinya, mengenal soal seni dan budaya tersebut dimulai pada anak-anak sejak dini, karena untuk menghindari terdegradasinya potensi seni dan budaya yang ada di Indonesia, begitu pula yang ada di Muaro Jambi ini. Kunci pentingnya adalah bahwa anak-anak zaman sekarang harus bangkit untuk melestarikan seni dan budaya di Indonesia dan daerah kita masing-masing. Agar seni dan budaya kita bangsa Indonesia tidak direbut oleh bangsa lain.

 

*Mahasiswa Prodi AFI UIN STS Jambi

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts
Read More

No Data? No Deal!

Jon Afrizal* Data adalah persoalan kita di sini, di Provinsi Jambi. Kebutuhan terhadap data, adalah hal yang mendesak…