Connect with us

Jambi

Siswa Sekolah Satu Atap Napal Melintang “Nyaris” Tak Pernah Belajar

Published

on

SD-SMP Negeri Satu Atap 14 di Desa Napal Melintang, Limun, Sarolangun, foto: hidayat/kilasjambi.com

Sarolangun, kilasjambi.com – Pihak komite sekolah satu atap (SD-SMP) di Desa Napal Melintang, Kecamatan Limun, Kabupaten Sarolangun, Jambi, kecewa dengan kinerja kepala sekolah dan tenaga pendidik. Sejak dua tahun terakhir proses pembelajaran di sekolahan ini tidak berjalan efektif.

“Sekolah ini selama dipimpin oleh Kepsek Ampala, tata kerja guru dan belajar mengajar tidak efektif lagi dan tidak kondusif,” kata Ketua Komite Sekolah Satu Atap Desa Napal Melintang, Kodri, belum lama ini.

Kodri mengatakan, tenaga pendidik sekolah satu atap Napal Melintang berjumlah delapan orang, untuk guru sekolah dasar enam orang dan sekolah menengah pertama dua orang guru. Sedangkan siswa SD berjumlah 30 orang, dan siswa SMP berjumlah 10 orang.

“Saya merasa kecewa terhadap Kepsek kurang disiplin untuk menegur guru. Sedangkan guru yang mengajar selama ini hanya titip absen setiap hari, namun kenyataannya tidak hadir,” katanya.

Lanjutnya, ia selaku ketua komite sudah menanyakan kepada kepsek dan jawabannya itu memang merupakan kebijakan darinya.

Ia merasa sedih melihatnya anak-anak Desa Napal Melintang tidak belajar di sekolah satu atap meski setiap hari datang ke sekolah, akibatnya banyak orang tua siswa yang memindahkan anaknya untuk sekolah di luar dari Desa Napal Melintang yang jarak cukup jauh. Sedangkan untuk belajar online di masa pandemi, desa ini belum terjangkau akses sinyal internet.

“Harapan saya sebagai ketua komite di sekolah ini, pemerintah daerah harus memperhatikan. Kalau bahasa Napal Melintang itu adat kami, “agang abi dusi binaso tukang titik payah beh”, jadi anak anak cuman datang ke sekolah dari pagi sampai sore,” kata Kodri.

Ia berharap pemerintah khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Sarolagun untuk melihat langsung ke lapangan, untuk menindaklajuti permasalahan yang terjadi, jika perlu diberikan sanksi terhadap kepala sekolah.

“Sedangkan setiap saya ada pertemuan yang saya diundang, saya tetap hadir dan saya sampaikan keluhan wali murid dan tata kerja guru, dan lingkungan sekolah harus bagaimana. Kalau sekarang saya tidak menerima kinerja guru dan kepala sekolah seperti ini, saya meminta bantu kepada Dinas Pendidikan Sarolagun untuk meninjau ulang SD dan SMP Napal Melintang ini,” katanya.

Reporter: Hidayat

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *