Sasar Pasar Global: Wabup Muslimin Tanja Sambut Investor Belgia, Bidik Industri Sabut Kelapa

Wabup Tanjabtim Muslimin audiensi dengan investor dari Belgia, foto: ist

KILAS JAMBI – Sektor perkebunan kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) bersiap naik kelas. Upaya transformasi dari sekadar penghasil bahan mentah menjadi produk bernilai tambah tinggi mulai menemui titik terang dengan hadirnya investor mancanegara.

Pada Selasa (14/4/2026), Wakil Bupati Tanjab Timur, Muslimin Tanja, menerima kunjungan strategis dari Marc Van Dael, peneliti sekaligus pengusaha produk turunan kelapa asal Belgia. Pertemuan yang berlangsung hangat di kantor bupati ini turut dihadiri oleh jajaran staf ahli dan kepala OPD terkait.

Marc Van Dael, yang dikenal sebagai pakar di industri sabut kelapa, datang dengan misi khusus: mengeksplorasi potensi cocopeat (serbuk sabut kelapa). Produk yang dulunya dianggap limbah ini kini menjadi primadona di pasar global sebagai media tanam organik berkualitas tinggi.

Didampingi oleh Galih Barata dari Yayasan Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI), Marc tidak hanya berdiskusi di balik meja. Ia terjun langsung meninjau lahan budidaya dan titik-titik industri pengolahan kelapa di wilayah Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung untuk melihat kesiapan infrastruktur dan ketersediaan bahan baku.

Wakil Bupati Muslimin Tanja menegaskan bahwa kehadiran Marc merupakan sinyal positif bagi iklim investasi di daerahnya. Ia berharap kunjungan ini menjadi langkah awal terbentuknya kerja sama co-investment yang berkelanjutan.

“Ini adalah pintu masuk untuk kerja sama yang lebih luas. Harapan kami jelas, industri ini harus memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya kesejahteraan para petani kelapa kita,” tegas Muslimin.

Dalam skema kerja sama yang dijajaki, Yayasan Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) akan bertindak sebagai jembatan (connector) antara investor global dengan petani lokal. Pola ini diambil untuk memastikan adanya transfer teknologi pengolahan sekaligus menjamin rantai pasok yang adil bagi masyarakat setempat.

Pemerintah Kabupaten Tanjab Timur berharap pertemuan ini segera membuahkan langkah konkret. Jika terealisasi, industri pengolahan sabut kelapa ini diprediksi akan menjadi motor baru penggerak ekonomi daerah melalui pemanfaatan seluruh bagian kelapa secara maksimal (zero waste). (Vin)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts