Connect with us

Jambi

Indeks Kualitas Air Sungai Batanghari Menurun Jadi 51,67 Poin pada 2020

Published

on

Asnelly Ridha Daulay, Kabid Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) DLH Provinsi Jambi. (Kilasjambi.com/Hidayat)

Jambi, kilasjambi.com– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi menyebut indeks kualitas air Sungai Batanghari menurun dalam tiga tahun terakhir. Dari hasil pengukuran disebutkan bahwa indeks kualitas air sungai kebanggaan masyarakat Jambi itu menurun jadi 51,67 poin pada tahun 2020.

Dengan angka yang demikian, indeks kualitas air Sungai Batanghari berada di bawah standar baku mutu. Pencemaran yang tak terkendali menjadi penyebab menurunnya kualitas air sungai.

“Standar baku mutu kualitas air itu di angka 80 poin,” kata Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, Asnelly Ridha, kepada kilasjambi.com, Rabu (13/10/2021).

Berdasarkan uji labor, indeks kualitas air Sungai Batanghari pada tahun 2018 menunjukkan kualitas air berada di angka 67,58 poin. Kondisi ini terus menurun signifikan menjadi 58,49 poin pada tahun 2019.

Pada tahun 2020 pun kualitas air Sungai Batanghari semakin buruk. Kondisi air sungai semakin tercemar dengan menunjukan indeks 51,67 poin.

“Kalau dilihat kondisinya sekarang, dugaan kami di tahun 2021 akan kembali menurun kualitasnya,” katanya.

Meski menduga kualitas air akan semakin menurun, namun Asnelly berharap, kualitas air Sungai Batanghari tidak berada di bawah 40 poin atau tercemar berat.

Asnelly Ridha Daulay mengatakan, indeks kualitas air dari hasil pemantauan dalam kondisi sedang. Saat ini tidak tertutup kemungkinan bisa menuju buruk.

“Sungai Batanghari itu tercemar limbah domestik dan pupuk,” katanya.

DLH Provinsi Jambi mengklaim setiap tahun selalu memantau kondisi Sungai Batanghari, yang dilakukan di lintas kabupaten, kelurahan, dan desa.

Asnelly Ridha Daulay mengatakan, ada enam kabupaten yang mengawasi kualitas air. Di antaranya Kerinci, Merangin, Sarolangun, Bungo, Tebo.

Dari daerah tersebut, total terdapat 12 titik sampel air sungai yang diuji dengan meliputi Desa Sanggaran, Muara Emat, Pulau Pandan, Batu Kucing, Sarolangun Kembang, Tanjung Gedang, Muaro Kuamang, Mangun Jayo, Teluk Singkawang, Tua Peninjauan, Pasar Muara Tembesi, dan Kelurahan Pasar Bangko.

“Dari lima kabupaten itu sudah merata tercemar, sedangkan desa yang belum tercemar itu di Desa Sanggaran Agung Kabupaten Kerinci, yaitu Sungai Batang Merangin,” katanya.

Reporter: Hidayat

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *