Connect with us

Jambi

UMJ – Cappa Berkolaborasi Dalam Pembinaan Pengelolan Usaha KTH Bumi Batuah di Dusun Sialang Batuah

Published

on

Kunjungan UMJ dan Cappa ke Dusun Sialang Betuah, foto: Cappa

Jambi, kilasjambi.com – Universitas Muhammadiyah Jambi (UMJ) bersama Yayasan Cappa melakukan kunjungan ke Dusun Sialang Batuah, Desa Guruh Baru, Kecamatan Mandiangin Timur, Kabupaten Sarolangun. Dalam kunjungan ini rombongan kampus dipimpin Dr. Irmanelly yang merupakan Wakil Rektor I.

Pada kunjungan ini Muhammad Zuhdi, Direktur Yayasan Cappa menyampaikan, bahwa Dusun Sialang Batuah ini merupakan sebuah dusun yang sudah berupa pemukiman dan kebun masyarakat, dikarenakan status wilayah ini adalah kawasan hutan yang sudah diberikan izin konsesi kepada PT. Agronusa Alam Sejahtera (PT AAS) sehingga terjadilah tumpang tindih lahan yang berakibat munculnya konflik pengelolaan kawasan yang berkepanjangan, hampir sembilan tahun berproses sampai pada akhirnya bersepakat untuk penyelesaian dengan Kemitraan Kehutanan tepatnya satu tahun lalu setelah dilakukan penandatanganan Naskah Kesepakatan Kerjasama (NKK) Kemitraan Kehutanan.

Pria yang akrab disapa Cik Edi itu menyebutkan, Yayasan Cappa dari tahun 2011 intensif membantu masyarakat untuk mengurai konflik tenurial yang terjadi antara masyarakat Dusun Sialang Batuah dengan PT. AAS melalui pendekatan Perhutanan Sosial dari luas lahan konflik seluas 1.339 ha. Dimana 63 ha yang sudah berupa pemukiman, fasos dan fasum disepakati untuk dilepaskan dari kawasan hutan, sementara seluas 1.276 ha adalah areal kemitraan yang akan dikelola oleh masyarakat.

Masih menurut Cik Edi, sebagai pengelola Perhutanan Sosial tentu saja KTH Bumi Batuah melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) membutuhkan dukungan banyak pihak dalam pengelolaan usaha, banyak potensi yang bisa dikembangkan oleh masyarakat yang akan menjadi usaha kelompok dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat. Di antaranya minyak atsiri berbahan baku serai wangi dan daun ecaliptus, juga ada potensi lebah madu alam.

“Tetapi tentu KUPS masih membutuhkan dukungan dan pembinaan dan pemberdayaan dalam penguatan kapasitas kelompok dari hulu dan hilir (on farm dan off farm), selain dukungan dari perusahaan, tentu saja dukungan kampus dalam melakukan pembinaan dan pemberdayaan. Terutama dalam malakukan kajian dan analisis akademik terhadap usaha yang akan dikembangkan, dan di sinilah peran dan kolaborasai dengan kampus sangat diharapkan, semoga saja Universitas Muhammadiyah Jambi bisa menjadi mitra bagi masyarakat,” kata Cik Edi.

Muhammad Salkat, Ketua KTH Bumi Batuah, Dusun Sialang Batuah menyampaikan, bahwa potensi di Dusun Sialang Batuah ini cukup banyak.

“Seperti saat ini kami memiliki lahan serai wangi sebagai bahan baku minyak atsiri dan kami juga sedang mendorong mendapatkan bahan baku dari ecaliptus yang bisa disuplai oleh perusahaan. Kami juga sedang mengembang usaha produk lokal dari limbah kayu yang dibuat centong nasi, dan lain-lain,” kata Salkat.

Saat ini, katanya, untuk peralatan penyulingan minyak atsiri juga sudah ada. Selain itu ada juga potensi madu alam yang ada di Dusun Sialang Batuah. Kendala yang ada di masyarakat saat ini skill masyarakat itu sudah ada tetapi belum terasah dengan baik, terutama dalam proses finising. Seperti pengemasan, promosi dan pasar. Untuk ini kami berharap ada dukungan pembinaan dan pemberdayaan dari UM Jambi ujarnya.

Ahmad Syakur, Perwakilan PT. AAS mengatakan pihaknya menyambut baik rencana koloborasi dengan UM Jambi, karena selama ini pihaknya hanya melakukan kerja sama dengan salah satu kampus di Jambi, dan ke depan tidak menutup kemungkinan kita bisa berkerjasama dengan UM Jambi.

“Kami dari perusahaan akan menindaklanjuti hasil pertemuan hari ini, dan kami juga berencana menyerahkan pengelolaan lahan serai wangi seluas 20 ha milik perusahaan ke KTH Bumi Batuah sebagai tambahan bahan baku. Tentu saja kami berharap UM Jambi bisa membantu KTH Bumi Batuah,” kata Syakur.

Dalam kesempatan ini, Jumaidi, Sekretaris Badan Pengurus Harian Universitas Muhammadiyah Jambi, langsung menyambut baik harapan yang disampaikan oleh masyarakat maupun dari perusahaan.

“Dan untuk madu saya langsung pastikan kami akan beli, tapi harus dijamin keaslianya,” kata Jumaidi.

Jumaidi melanjutkan, bahwa UM Jambi sangat tertarik untuk ikut terlibat dalam mendukung usaha masyarakat Dusun Sialang Batuah, sebagai pihak kampus bisa membantu memfasilitasi ke pemerintah daerah maupun provinsi dalam mendorong bagaimana usaha masyarakat ini bisa didukung.

“Mungkin kita bisa melakukan loka karya bersama terkait bagaimana melakukan pemberdayaan, pengemasan sampai ke pemasaran. Intinya kami UM Jambi sangat membuka diri dan bersedia menjadi mitra masyarakat maupun perusahaan,” kata Jumaidi.

Dalam pertemuan ini, para pihak juga bersepakat untuk membuat program kerja bersama dan MoU agar setiap pihak bisa saling bersinergi dan bekerja sesuai dengan kriteria masing-masing.

Sebagai penutup dari pertemuan ini, Cik Edi menyampaikan agar KTH Bumi Batuah untuk membuat data dasar terkait potensi usaha. Seperti luas lahan untuk kecukupan pasar (kuantiti), jumlah produksi, kontinyuitas produksi. Dan yang paling penting adalah harus ada penguatan kelembagaan pengelola usahanya.

Dalam kunjungan ini juga dilakukan pengecekan langsung ke lokasi, dengan melihat kebun serai yang dikelola oleh masyarakat. Saat pengecekan kebun serai, pihak kampus semakin yakin bisa mendukung masyarakat Sialang Batuah dalam pengelolaan dan perawatan lahan dalam meningkatkan hasil produksi. (*)

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *