Connect with us

Jambi

Tertipu Investasi Budidaya Ikan Lele, 81 Korban Alami Kerugian Rp2,3 Miliar

Published

on

Hamparan kolam ikan lele yang dikelola PT. DHD Mitra Indotama, foto: hidayat/kilasjambi.com

Jambi, kilasjambi.com – Puluhan warga menjadi korban penipuan investasi budidaya ikan lele, penipuan diduga dilakukan oleh manajemen PT. Darsa Harka Darussalam (DHD) Mitra Indotama, yang berlokasi di RT 15 Desa Kebon Sembilan, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

Aris Toni (45), karyawan di PT. DHD Mitra Indotama mengatakan, di awal beroperasi pada tahun 2018, usaha budidaya ikan lele ini lancar-lancar saja. Namun, pada bulan Agustus 2021 usaha mulai macet. Sehingga tidak ada kejelasan dari pihak perusahaan.

“Kami saja dari bulan Agustus belum mendapatkan gaji sampai saat ini. Sedangkan untuk jumlah karyawan di PT DHD mencapai 50 orang,” katanya, Senin (18/10).

Aris Toni menjelaskan, untuk luas lahan budidaya ikan lele saat ini mencapai dua hektare dengan jumlah kolam ikan lele sebanyak 1.300 unit, dengan lebar kolam itu 2 meter dan tinggi 1,5 meter. Setiap kolam diisi jumlah bibit ikan lele yang bervariasi, mulai dari 500 hingga 2.000 ekor.

“Jadi untuk kolam ikan lele di sini 1.300 unit, dan ada juga di Kumpeh itu sekitar 500 kolam ikan lele,” katanya.

PT. DHD Mitra Indotama bukan hanya beroperasi di Muaro Jambi saja. Namun juga ada di Kabupaten Kerinci, Sarolangun, dan Kabupaten Batanghari.

Yus Hermawan, pemilik lahan mengatakan, pihak perusahaan menggunakan lahan miliknya seluas dua hektare, dengan total 1.300 kolam ikan di kawasan Kebun Sembilan ini.

“Sepengetahuan saya untuk investasi tersebut, Rp10 juta dalam satu kolam,” kata Yus.

Terpisah, Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Wahyu Bram mengatakan, sampai saat ini pihaknya sudah menerima 81 pengaduan terkait dugaan penipuan investasi yang dilakukan PT. DHD Mitra Indotama, dengan toral kerugian mencapai Rp2,352 miliar.

Ia mengatakan, per hari ini Senin 18 Oktober, pihaknya kembali menerima satu laporan lagi dari korban.

“Benar kita sudah terima satu laporan lagi terkait kasus ini, dan sedang kita dalami lagi,” kata AKBP Bram, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Reporter: Hidayat

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *