Connect with us

Jambi

Tenaga Administrasi Positif Covid-19, Layanan di RSUD Raden Mattaher Jambi Ditutup Sementara

Published

on

RSUD Raden Mattaher Jambi. (dok Gresi Plasmanto)

KILASJAMBI– Juru Bicara Penanganan Covid-19 Jambi, Johansyah mengatakan, pelayanan poliklinik di RSUD Raden Mattaher Jambi ditutup sementara. Penutupan itu dilakukan setelah seorang tenaga administrasi di rumah sakit itu terkonfirmasi positif Covid-19.

“Pihak manajamenen RSUD Raden Mattaher pada hari ini sampai Sabtu (8/8/2020)  menghentikan pelayanan terhadap masyarakat,” kata Johansyah dikutip dari saluran YouTube yang tayangkan Humas Pemprov Jambi, Selasa (4/8/2020) malam.

Penghentian sementara layanan di rumah sakit plat merah itu dilakukan karena pihak manajemen akan melakukan penelusuran (tracing). Seluruh pekerja dilingkup RSUD Raden Mattaher itu kata Johansyah akan dilakukan screening swab.

“Semua karyawan yang berada di rumah sakit tersebut akan dilakukan tes. Dengan demikian diharapkan masyarakat untuk menyampaikan informasi ini,” ujar Johansyah.

Sementara itu, dalam surat edaran dari RSUD Raden Mattaher yang beredar, menginformasikan selama proses tracing itu pelayanan poliklinik akan ditutup. Selain poliklinik, pelayanan kamar operasi efektif juga akan ditutup mulai 5 Agustus 2020.

Lonjakan 19 Kasus Positif Covid-19

Kurva kasus konfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Jambi masih menunjukan penambahan. Perkembangan data harian yang dirilis, Selasa (4/8/2020), terdapat penambahan 19 kasus baru. Angka tersebut merupakan lonjakan tertinggi.

“Hari ini ada penambahan 19 kasus positif, tersebar di Kota Jambi, Batanghari, Tebo, dan Kota Sungaipenuh,” kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Jambi, Johansyah melalui keterangannya tertulisnya.

Dari 19 penambahan itu, satu di antaranya petugas administrasi RSUD Raden Mattaher, seorang perempuan inisial MM, 43 tahun.

Dengan penambahan tersebut, total saat jumlah kasus yang terkonfirmasi mencapai 188 kasus. Dari jumlah ini, di antaranya 68 masih dalam proses perawatan, dan sembuh 116. Sedangkan meninggal dunia 4 kasus.

Sementara itu, dari penambahan 19 kasus baru itu di antaranya 11 kasus dari Kota Jambi, Batanghari 2 kasus, Kota Sungaipenuh 5 kasus dan Kabupaten Tebo 1 kasus.

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *