Connect with us

Jambi

Obati Teman yang Terluka, Massa Aksi Bentuk Tim Medis Mandiri

Published

on

Mahasiswa Jambi mengalami luka pada pelipis mata saat aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja, Senin (12/10/2020). (kilasjambi.com/Hidayat)

KILASJAMBI– Aksi demonstrasi menolak UU Cipta Kerja terus berlanjut di Jambi. Ribuan massa aksi dari seluruh kampus di Jambi kembali berunjuk rasa di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jambi, Senin (12/10/2020).

Dalam solidaritas itu, massa aksi mahasiswa secara mandiri membentuk tim medis untuk kawan-kawan mereka. Bantuan medis itu mereka bentuk untuk menolong massa aksi yang terluka.

Koordinator Lapangan Medis Yoga Aditya, mengatakan, sebanyak 20 mahasiswa menjadi korban kekerasan aparat. Sebagian di antaranya mereka terluka.

Mereka terpaksa dirawat oleh tim medis yang mereke bentuk sendiri. Posko medis mereka dirikan tak jauh dari lokasi.

“Ada perempuan dan laki-laki. Yang perempuan itu sampai trauma kena gas air mata,” kata Yoga.

“Yang laki-laki itu bocor kepalanya,” tambah Yoga.

Tim medis mahasiswa Jambi saat menolok temannya yang terluka. (kilasjambi.com/Hidayat)

Posko medis itu mereka dirikan di anjangsana sisi kiri kantor gubernur. Dengan tanda bendera palang merah, tim medis itu bergerak menolong kawan-kawan seperjuangan.

“Mahasiswa yang parah kita bawa ke rumah sakit Raden Mattaher, dan yang luka rigan kita obatin,” kata Yoga.

Massa aksi mahasiswa yang menolak UU Cilaka itu mencapai 3.000 orang. Dalam aksi itu sempat terjadi kericuhan.

Kericuhan bermula saat aparat keamanan memukul mundur massa. Water cannon dan gas air mata ditembakkan ke arah massa.

Mahasiswa pun berhamburan melarikan diri untuk menghindar dari gas air mata.

Tembakkan gas air mata dibalas mahasiswa. Massa aksi kembali melemparkan gas air mata ke arah polisi.

Reporter: Hidayat

Editor: Gresi Plasmanto

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *