Connect with us

Jambi

Moderasi dari Sekolah, Pencerahan bagi Guru untuk Cegah Radikalisme

Published

on

Kegiatan Moderasi dari Sekolah yang digelar FKPT Jambi dalam rangka pencegahan radikalisme, foto: ist

KILAS JAMBI – Dalam upaya pencegahan terorisme, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jambi mengadakan kegiatan “Moderasi dari Sekolah” dengan teman “Internalisasi Nilai-Nilai Agama dan Budaya di Sekolah dalam Menumbuhkan Moderasi Beragama”.

Moderasi Dari Sekolah ini merupakan kegiatan yang ingin melibatkan masyarakat dalam pencegahan terorisme melalui FKPT Jambi di Bidang Agama, Sosial dan Budaya. Adapun yang diundang adalah 80 guru dan kepala sekolah di Kota Jambi.

Hadir menjadi narasumber Kol. Czi. Rahmad Suhendro Kasubdit Pengamanan Lingkungan BNPT, DR Bahrul Ulum MA Kabid Agama FKPT Jambi dan Sholehuddin MPd Dosen Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Ketua FKPT Provinsi Jambi Prof Ahmad Syukri  menjelaskan, acara ini diharapkan bisa memberikan pencerahan bagi guru dan Kepsek khususnya SD dan SMP di Kota Jambi dalam memberikan pemahaman ke siswanya untuk melakukan pencegahan radikalisme.

Kasubdit Pengamanan Lingkungan BNPT Kol. Rahmad Suhendro mengatakan, bahwa radikal selalu mengarah pada terorisme dan dalam hal ini sekolah menjadi salah satu tempat penyebaran paham radikal.

Hal ini karena menurutnya anak usia sekolah khususnya remaja mudah untuk menerima paham radikal. Sehingga Rahmad mengatakan bahwa tenaga pendidik yaitu guru dan kepala sekolah punya tanggung jawab besar untuk hal ini.

“Para tenaga pendidik baik itu guru, kepala sekolah yang berhadapan langsung dengan peserta didik di kelas agar bisa diatasi ke hingga ke akar-akarnya,” kata Rahmad, Selasa (29/7).

Selanjutnya Rahmad menjelaskan, bahwa perlu adanya payung hukum baru dalam upaya pencegahan terorisme dan paham radikal hal ini mengingat banyaknya jaringan -jaringan baru penyebaran paham radikal.

“Payung hukum baru dalam penanggulangan terorisme juga dibutuhkan mengingat dalam aksi pelaku telah mengadopsi cara jaringan. Jadi kalo jaringan di situ ada Al Qaedah, di situ ada ISIS, di situ ada beberapa anak-anaknya yaitu yang membentuk jaringan di bawannya,” jelas Rahmad. (*)

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *