Connect with us

Inforial

Komisi IX DPR RI dan BKKBN Sosialisasikan Program Pembangunan Keluarga Sejahtera di Kota Jambi

Published

on

Sosial program BKKBN yang dihadiri anggota DPR RI Sutan Adil Hendra di Kota Jambi. (foto: dok BKKBN)

KILASJAMBI–  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Komisi IX DPR RI gencar mengkampanyekan program pembangunan keluarga sejahtera melalui kegiatan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Sosialisasi program kali ini dilakukan di Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Provinsi Jambi. Dalam kesempatan itu, BKKBN turut mengundang Anggota Komisi IX H.A.R. Sutan Adil Hendra dalam kegiatan yang bertema Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK Bersama Mitra Kerja tahun 2020.

Dalam acara itu, Sutan menyampaikan betapa pentingnya mempersiapkan keluarga berkualitas melalui Keluarga Berencana, serta upaya pemerintah dan juga DPR dalam mewujudkan program keluarga berencana untuk pembangunan keluarga sejahtera.

Dalam kesempatan itu, Sutan berpesan, khususnya kepada anak-anak muda harus bisa merencanakan dan menyiapkan perkawinan mereka dengan baik.

“Pemerintah daerah juga kemudian harus menyiapkan administrasi, surat menikah, supaya bisa mengontrol anak muda ini,” ujar Sutan Adil Hendra di Rumah Data RT 23 Kelurahan Kenali Besar, 10 Desember 2020.

Sutan juga menjelaskan pentingnya program keluarga berencana (KB) dalam mengendalikan jumlah penduduk dengan merencanakan keluarga yang berkualitas.

“Program KB yang dicanangkan pemerintah yang dimaksud bukan melarang bapak ibu untuk melahirkan lebih dari dua kali, tetapi bagaimana upaya kita dalam merencanakan keluarga yang berkualitas dan baik kedepannya” kata Sutan.

Dia pun menyarankan kepada masyarakat untuk menghindari yang disebut 4 terlalu (4T).

“Yang pertama terlalu muda, yang kedua terlalu tua, ketiga terlalu sering melahirkan, dan keempat terlalu banyak”, ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Sutan juga memuji program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang kini dikemas dalam istilah baru menjadi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana disingkat Bangga Kencana.

Program tersebut juga merupakan wujud dari upaya pemerintah melaksanakan kebijakan pembangunan keluarga melalui peningkatan 8 kualitas penduduk yang diukur dengan peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, kebijakan kependudukan melalui aspek pengendalian kuantitas penduduk dan Keluarga Berencana.

“Untuk membentuk keluarga yang berkualitas, upaya itu bisa dimulai dengan perencanaan perkawinan yang baik. Karena perkawinan yang direncanakan dengan baik, akan menghasilkan keluarga yang berkualitas,” ucap dia.

“Makanya, Bangga Kencana ini program yang baik. Masyarakat, khususnya mereka yang masih muda dan akan mempunyai keluarga perlu mengetahui program ini,” Sutan menandaskan.

Untuk Keluarga Sejahtera dan Tangguh

Sutan juga menyampaikan pentingnya program KB. Menurutnya, Program KB tidak hanya alat kontrasepsi saja bahkan di undang-undang tidak ada yang menyampaikan bahwa BKKBN itu lekat dengan alat kontrasepsi.

“Manfaat KB selain melakukan pengendalian penduduk dengan mengedepankan kesehatan ibu dan anak dan di masa depan adalah ingin membantu menyejahterakan keluarga terutama remaja,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Sutan Adil Hendra ikut mengkampanyekan program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), yang kini dikemas dalam istilah baru menjadi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana disingkat Bangga Kencana.

Program tersebut juga merupakan wujud dari upaya pemerintah melaksanakan kebijakan pembangunan keluarga melalui peningkatan 8 kualitas penduduk yang diukur dengan peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, kebijakan kependudukan melalui aspek pengendalian kuantitas penduduk dan Keluarga Berencana.

“Misi program KKBPK adalah melakukan pembangunan keluarga dengan ekonomi produktif dan pelaksanaan fungsi keluarga. Nah dalam hal inilah maka kader KB juga dituntut untuk bisa ikut memberdayakan ekonomi keluarga,” ujar Sutan.

Menurut Sutan, pemberdayaan ekonomi keluarga bisa dengan menggali potensi yang ada di daerah masing-masing.

“Untuk itulah kita harus kreatif, juga jeli melihat potensi yang ada. Ini sebagai upaya ikut memberdayaan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, dia pun mengajak warga terus memperkenalkan KB dengan cara baru dan menyikapinya di masa pandemi.

“Saya harap program KB terus di perkenalkan dengan cara-cara baru. Para ibu juga mari kita jaga kesehatan masing-masing terutama dari pandemi COVID-19,” kata dia.

Selain sosialisasi program BKKBN, kegiatan ini juga dirangkai dengan penyaluran bantuan paket sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19.

Dia berharap bantuan yang diberikan bisa meringankan beban warga. Sejumlah bantuan yang diberikan dalam acara itu di antaranya sembako. Bantuan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kita rangkai dengan sosialisasi keluarga berkualitas, kita juga serahkan bantuan sosial. Sekaligus memastikan bantuan ini sampai ke tangan masyarakat,” ucap Sutan.

Sementara itu, Zulfikri Arif, Managing Director PT Solindo Duta Praga, selaku Event Organizer dalam sejumlah Program Keluarga BKKBN berharap, sosialisasi dan juga bantuan yang telah diberikan BKKBN beserta Komisi IX DPR dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami melihat komitmen BKKBN untuk terus melakukan sosialisasi mengenai pentingnya Keluarga Berencana demi menwujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera cukup besar. Kami berharap program-program baik itu berupa pelatihan, sosialisasi atau bantuan dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Zulfikri Arif.

Menurutnya, apa yang dilakukan BKKBN saat ini menandakan negara hadir dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera.

“Ini bagian dari upaya pemerintah menjadikan masyarakatnya sejahtera,” ujar Zulfikri Arif.

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *