Connect with us

Jambi

Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Siswa di Kota Jambi Kembali Belajar Daring

Published

on

Pemkot Jambi kembali mendorong siswa belajar daring di rumah setelah peningkatan kasus positif covid-19 di Kota Jambi, foto: dok kilasjambi.com

KILAS JAMBI – Pemkot Jambi kini mendorong siswa untuk belajar daring, seiring peningkatan kasus positif Covid 19 beberapa pekan terakhir.

Wakil Walikota Jambi, Maulana menuturkan merespon peningkatan kasus positif di Kota Jambi. Pihaknya tetap mengikuti surat edaran Walikota Jambi, yakni siswa belajar daring dan tatap muka, sejak (13/7/2020) lalu.

“Karena kondisi kita prioritaskan semua sekolah SD dan SMP untuk belajar daring. Tidak lagi tatap muka, kita dorong belajar daring,” kata Maulana usai memimpin rapat Satgas Penanganan Covid 19, Rabu (5/8/2020).

Maulana menegaskan tidak ada cluster dari sekolah. Namun jumlah kasus meningkat. Atas dasar itu, dua pekan ini akan dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi kesiapan, kepatuhan dan kelengkapan sekolah untuk mengikuti protokol kesehatan secara ketat.

Ledakan kasus saat ini, kata Maulana jumlahnya mencapai 62 kasus positif. Dari angka itu, 32 orang sembuh, 28 masih dirawat intensif dan 1 orang meninggal dunia.

Terkait hal tersebut kata Maulana, beberapa hal diambil kebijakan. Diantaranya Pemerintah Kota Jambi akan merawat pasien Kota Jambi yang positif.

“Tidak ada yang isolasi mandiri di rumah. Karena rumah sakit kami masih mampu. Semua kita masukan ke RS Abdul Manap,” kata Maulana menegaskan.

Maulana berharap kepada masyarakat agar tidak khawatir. Pemkot Jambi terus berusaha untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Peningkatan kasus karena Jambi punya fasilitas swab mandiri. Jadi terkesan ada ledakan kasus. Ini langkah kita, untuk mendeteksi lebih awal,” sebut Maulana.

Sepanjang bulan Juli, Kota Jambi sudah lakukan 540 uji Swab. Sehingga muncul banyak kasus. Namun ini langkah bagus, untuk mendeteksi dini dan mencegah penyebaran semakin luas.

Upaya pencegahan yang dilakukan, kata Maulana ASN Kota Jambi tetap masuk kerja, tetapi dalam proses administrasi dilarang menggunakan kertas.

“Protokol kesehatan tetap dijalankan. Secara administrasi, kita tidak lagi menggunakan kertas, lewat aplikasi Sipadek,” ungkapnya.

Kata Maulana, Inspeksi Satgas juga akan kembali diperketat, termasuk memberlakukan jam malam.

“Puskesmas diaktifkan untuk sosialisasi mengingatkan masyarakat. Agar tetap waspada terhadap penularan corona,” katanya.

Terkait pengawasan pintu masuk Kota Jambi, Maulana menyebutkan, untuk di Bandara sudah diberlakukan surat keterangan rapid test. Namun pihaknya akan melakukan pengetatan pendataan alur masuk Kota Jambi. (swd)

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *