Inai, Cara Masyarakat Jambi Menangkal Covid-19

Jon Afrizal*

Hari-hari terakhir menghadapi wabah Covid-19 membuat masyarakat umum mencari cara untuk menangkalnya. Seperti menggunakan inai atau pacar kuku di jari-jari tangan dan kaki mereka.

Inai (henna) yang berasal dari tumbuhan lawsonia inermis dipercaya dapat melindungi tangan dari berbagai bakteri. Tumbuhan inai banyak terdapat di daerah-daerah pinggiran Kota Jambi.

Inai, biasanya digunakan untuk pengantin perempuan dan laki-laki di hari perkawinan. Tetapi, tak jarang ditemui, para orangtua, umumnya perempuan menggunakan inai tidak hanya di kuku-kuku jari mereka, tetapi juga untuk pewarna rambut mereka. Agar warna putih akibat uban di usia senja dapat ditutup dengan warna merah kekuningan alami dari daun inai.

Fatimah, seorang ibu rumah tangga di kawasan Sipin Kota Jambi mengatakan cukup mudah untuk membuat pewarna inai sendiri. Itu jika tumbuhan seperti perdu ini bisa ditemui sekitar rumahnya.

Cara, katanya, memetik beberapa helai daun pacar atau seukuran segenggam tangan langsung dari batangnya. Lalu siapkan sedikit arang kayu dan beberapa butir nasi.

“Semuanya digiling halus dengan menambahkan sedikit air,” katanya, belum lama ini.

Setelah inai atau pacar selesai, lalu ditempelkan ke jari-jari tangan dan kaki, dan juga ke beberapa bagian jari. Khusus untuk jari-jari, katanya, harus dibungkus dengan menggunakan kain sekitar 10 jam.

“Ini agar zat yang ada pada daun meresap ke kuku jari,” katanya.

Inai, katanya, bertahan cukup lama. Inai akan hilang dari kuku-kuku jari seiring pertumbuhan kuku-kuku itu sendiri.

Wisma Wardhana dari LSM Cakrawala mengatakan banyak penelitian yang menjelaskan mengapa inai atau pacar acap digunakan warga lokal. Seperti untuk mencegah bakteri yang tersentuh tangan.

“Berdasarkan penelitian itu, adalah wajar jika penduduk kembali menggunakan inai, tetutama di Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi dan Batanghari,” katanya.

Ia mengatakan, tumbuhan yang terdapat di Afrika dan Asia ini memiliki kandungan anti jamur. Beberapa penyakit dapat dicegah penyebarannya dengan mengoleskan (menempelkan) inai ke bagian yang terinfeksi. Seperti panu atau kurap, misalnya.

“Bahkan penelitian lain pun menyebutkan bahwa inai dapat menahan sebaran herpes di tubuh manusia,” katanya.

Selain, itu, katanya, luka di bagian tubuh pun dapat sembuh dengan cepat jika ditempelkan inai. Pun, inai memiliki efek dingin yang alami ketika ditempelkan.

“Dengan pengalaman-pengalaman empiris itu, tidak ada salahnya jika inai dicoba kembali untuk digunakan di jari-jari tangan,” katanya.

Selain dapat mencegah bakteri dan jamur yang berkembang, juga bertujuan untuk tetap menjaga kearifan lokal. ***

* Jurnalis TheJakartaPost

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts