TNBT Gandeng PT LAJ dalam Perlindungan Kawasan Penyangga Lanskap Bukit Tigapuluh

KILAS JAMBI – Berada di wilayah dua provinsi, Jambi dan Riau, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) tak lepas dari ancaman deforestasi. Perambahan dan pembalakan liar merupakan ancaman serius sehingga diperlukan upaya serius dari pemerintah dalam menjaga kelestariannya.

Kawasan seluas 144.223 hektare ini merupakan lanskap penting di Indonesia saat ini. Dalam upaya menanggulangi ancaman perambahan dan pembalakan di kawasan TNBT, memang diperlukan adanya kawasan penyangga yang terkelola dengan baik.

Di Provinsi Jambi, tepatnya di Kabupaten Tebo, TNBT menggandeng perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT Lestari Asri Jaya (LAJ) dalam upaya membangun kawasan penyangga ini. Tak hanya LAJ yang sejak awal sudah berkomitmen dalam hal pelestarian lingkungan, masyarakat setempat yang berbatasan langsung dengan kawasan TNBT turut digandeng dalam memperkuat upaya perlindungan kawasan penyangga TNBT.

TNBT dan PT LAJ menandatangani Rencana Kerja Tahunan (RKT) 2019-2020, Selasa (16/7) di Tebo. Penandatangan dilakukan oleh Direktur LAJ Meizani Irmadhiany dan Kepala Balai TNBT Darmanto.

Penandatangan RKT ini terkait dengan kerjasama antara Balai TNBT dan PT LAJ tentang Penguatan Fungsi dalam rangka Mendukung Pengelolaan TNBT yang sudah terlebih dahulu disepakati dan ditandatangani pada Mei 2018 lalu.

Kepala Balai TNBT Darmanto mengatakan, pemerintah sangat menyadari pentingnya kawasan penyangga taman nasional dalam upaya perlindungan kawasan, ekosistem serta flora dan fauna. Kerjasama dengan para pihak pun harus dibangun untuk mendukung perlindungan itu.

“Seperti dengan PT Lestari Asri Jaya (LAJ), kerjasama yang sudah terjalin beberapa tahun ini memiliki dampak positif dalam pentingnya kawasan dan pemberdayaan masyarakat di kawasan taman nasional,” kata Darmanto.

Kerjasama TNBT dengan LAJ ini meliputi perlindungan kawasan penyangga. Kemudian pengawetan flora dan fauna, restorasi ekosistem serta pemberdayaan masyarakat.

Berkat adanya kerjasama ini, dalam kurun waktu satu tahun, sekitar 530 mandays patroli bersama dilakukan Rangers LAJ dan TNBT. Patroli dilakukan secara rutin dalam rangka perlindungan kawasan dan pemantauan satwa dalam kawasan TNBT.

TNBT juga menutup akses ke titik-titik pembalakan liar. Bersama PT LAJ, penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat perambah terkait status dan fungsi lahan yang mereka rambah dan tanda-tanda batas kawasan pun terus dilakukan, selain juga memasang papan tanda kawasan konservasi.

Menurut Direktur PT LAJ, Meizani Irmadhiany, kawasan penyangga seperti LAJ berperan penting dalam membangun kawasan produksi yang berkelanjutan sebagai area penyangga Taman Nasional Bukit Tiga Puluh.

“Melalui penanaman karet yang berkelanjutan, dapat menciptakan lapangan pekerjaan, sekaligus menjaga kawasan konservasi. Kedepannya kami berharap kerjasama yang sudah terjalin dapat terus memberikan dampak positif dan jangka panjang bagi PT LAJ dan TNBT,” kata Meizani. (*)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts