Connect with us

Jambi

Syafril: Buku ’65 Tokoh’ adalah Pokok Pikiran Ingin Membangun Jambi

Published

on

KILAS JAMBI – Ketua Umum Badan Musyawarah Keluarga Jambi (BMKJ) Nasional, Irjen Pol (Purn) Syafril Nursal memastikan, para tokoh-tokoh Jambi diperantauan akan turut serta berkontribusi agar negeri maju.

Hal itu disampaikan Syafril dalam webinar dan launching buku “65 Tokoh: Perspektif Pemikiran Membangun Jambi”. Acara ini dalam rangka HUT Provinsi Jambi ke-65 tahun.

Syafril menerangkan, 65 tokoh-tokoh dalam buku ini, merupakan para senior yang yang memiliki kompetensi tinggi. Mereka adalah profesor, doktor, rektor, politikus, birokrat, pembisnis-pembisnis sukses.

“Ini menurut saya sangat unik, kenapa? karena biasanya buku itu berisi tentang pikiran besar dari 2-3 orang. Sedangkan buku ini berisi pokok-pokok pikiran 65 tokoh jambi perantauan dengan berbagai perspektifnya dengan pemikirannya, komptensinya dan pengalamannya. Saya ucapkan terima kasih kepada para tokoh-tokh yang begitu cinta terhadap Jambi,” kata Syafril, Minggu (2/1/2021).

Buku 65 tokoh, lanjut Syafril, berisi pokok pikiran para tokoh difokuskan dan diorientasikan bagaimana mengembangkan memanfaatkan potensi-potensi spesifik yang dimiliki Jambi sebagai pemicu pembangunan.”Kita menyusun bagian spesipik yang kita miliki.”

Ia mencontohkan, di Kerinci akan fokus pada pemikiran pembangunan pariwisata, karena alamnya. Kemudian, Kabupaten Merangin, sebagai wilayah terluat pertanian. Kita ingin pertanian berkembang menjadi pusat pertanian.

“Barangkali nanti di situ ada sekolah pertanian, institut pertanian, ada pembibitan, ada laboratorium pertanian,” ucapnya.

Selanjutnya, Kabupaten Sarolangun sebagai daerah pertambangan. “Mari kita bangun pertambangan itu dengan baik sehingga bisa memberi kontribusi bagi negeri kita, tetapi alam juga tetap terjaga dengan baik,” kata dia.

Lalu, Muaro Bungo dalam konsep para tokoh ingin dijadikan sebagai kawasan bisnis wilayah barat. Karena sudah ada Bandara. Adapun Kabupaten Batang Hari, akan dijadikan pusat perkebunan dan pertanian.

“Dan di Muara Jambi kita berharap bisa berkembang industri di sepanjang Sungai Batang Hari itu dan bisa mengkoneksikan ke Tanjung Jabung dan lain-lain, dan pelabuhan ujung jabung bisa kita selesaikan konektifitasnya. Nah itu terkandung di dalam buku itu. Bagaima pengembangan pendidikan, bagaiman SDM-nya. Kita berharap SDM-nya tumbuh berkembang seiring banyaknya SDA yang kita miliki. Sehingga SDA Jambi bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik untuk kepentingan kesejahteraan Jambi. Tentu buku tidak berhenti disini, itu harapan kami,” pungkasnya.

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *