Satwa di Taman Rimba Terpapar Kabut Asap

KILAS JAMBI – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda Provinsi Jambi berdampak luas, bukan hanya terhadap manusia saja. Tetapi, juga mempengaruhi kesehatan satwa.

Seperti yang terjadi di Taman Rimba Zoo Jambi, kondisi satwa-satwa yang dilindungi mulai terpapar kabut asap, hewan-hewan tersebut terserang penyakit ISPA.

Dokter Hewan Taman Rimba Zoo Jambi, drh Tharmizi mengatakan, satwa yang paling terdampak adalah jenis primata. Seperti Orang Utan, Lutung dan Monyet. Lalu jenis unggas dan keluarga mamalia.

Rabu siang (25/9), memang terlihat kondisi satwa di Kebun Binatang Jambi seperti Harimau dan Singa tampak tidak terlalu agresif dan lebih banyak terbaring lemas.

Menurut Tharmizi, dampak yang dirasakan satwa akibat kabut asap hampir sama seperti yang dialami manusia, satwa-satwa terutama primata mengalami penyakit di bagian mata dan tenggorokan.

“Kalau dibilang berbahaya sangat berbahaya, artinya memang berpengaruh, efek manusianya seperti apa, ke satwa apalagi. Apalagi yang jenis-jenis primata, terlihat memang kalau misalnya pada mata, pada daerah mulut biasanya terlihat tenggorokannya sedikit ada batuk dan bersin-bersin,” kata drh Tharmizi, saat melakukan pemeriksaan medis terhadap satwa di Klinik Taman Rimba Jambi.

Untuk mengantisipasi paparan kabut asap makin berbahaya terhadap satwa, pihak UPTD Taman Rimba pun melakukan perawatan lebih ekstra untuk menjaga kesehatan hewan, mulai dari pembersihan kandang, pemberian vaksin serta vitamin.

“Iya sejak kabut asap, perawatan lebih rutin kami lakukan,” katanya.

Meskipun satwa terpapar kabut asap, namun Tharmizi memastikan jika secara umum kondisi hewan dalam keadaan normal, dan tidak ada yang mengalami kritis.

Kabut asap bukan hanya berdampak terhadap kesehatan satwa, tapi juga berpengaruh kepada jumlah pengunjung di taman rimba jambi yang merosot tajam.

Kepala UPTD Taman Rimba Zoo Jambi, Endang Purnamasari mengatakan jika penurunan mencapai angka 70 persen, saat kabut asap, pengunjung di hari Sabtu dan Minggu yang biasanya memadati areal kebun binatang, malah terlihat sepi.

“Juli sudah mulai kemarau kami bisa empat ribuan, Sabtu-Minggu ya belum Senin sampai Jumat. Nah kemaren itu yang Minggu kedua sebelum ini, Sabtu-Minggu nya itu pengunjung kami tak sampai dua ribu, di hari Senin hingga Jumat ada juga tapi tidak banyak,” katanya.

“Kemaren kabut asap yang lagi tebal-tebalnya itu, pengunjung kami tak sampai seribu,” tambah Endang.

Memang terlihat di Taman Rimba Jambi pada Rabu siang, pengunjung yang datang hanya ada dua hingga tiga kelompok saja, aktivitas pengujung di kebun binantang yang berdampingan dengan Bandara Sultan Thaha Jambi itu tampak lengang.

“Penurunan jumlah pengunjung ini juga dipengaruhi himbauan Pemerintah Kota Jambi kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kabut asap, walau anak sekolah diliburkan. Jadi pengunjung kami sepi, tetapi kami tetap buka,” kata Endang. (*)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts