Perusahaan Diminta Berkomitmen Terhadap Pelaksanaan Program Return to Work

KILAS JAMBI – Webinar Jaminan Sosial di Era Pandemi seri tiga digelar AJI Indonesia bekerjasama dengan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) dan Friedrich Ebert Stiftung (FES) pada Rabu 2 September 2020.

Diskusi dengan tema Pentingnya Manfaat Program JKK Return To Work itu, dipandu Yunita Kaunar dari AJI Ternate. Hadir sebagai narasumber yakni P. Agung Pambudhi, Anggota DJSN, dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes., Ketua Umum Perhimpunan RS Seluruh Indonesia, dan Krishna Syarif, Direktur Pelayanan BPJamsostek.

Sebanyak 63 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia ikut berpartisipasi, baik melalui layanan konferensi video berbasis CloudComputing (Zoom) maupun situs web berbagi video Youtube.

P. Agung Pambudhi, anggota DJSN yang diberikan kesempatan pertama banyak menjelaskan terkait program DJSN. Ia menyebutkan ada 9 prinsip SJSN. Di antaranya gotong royong, nirlaba, keterbukaan, kehati-hatian, dan akuntabilitas.

Selain itu, menurut dia, keberadaan program jaminan kecelakaan kerja (JKK) untuk memberikan perlindungan kepada karyawan yang mengalami kecelakaan pada saat berada di lokasi kerja maupun saat dari rumah menuju ke tempat kerja dan sebaliknya dari tempat kerja kembali ke rumah.

“Karena itu, setiap perusahaan harus punya komitmen yang tinggi terhadap pelaksanaan Program Return to Work. Itu pegangan dasar,” jelasnya.

Ia juga menyebut manfaat perlindungan atas risiko kecelakaan kerja. Yakni perawatan tanpa batas, santunan upah selama tidak kerja, santunan kematian akibat kecelakaan kerja. Bantuan untuk kesiapan kerja.

BPjamsostek juga, kata dia akan menyiapkan lagi program jaminan kehilangan pekerjaan. Pada program ini akan memberikan skill bagi orang-orang yang kehilangan pekerjaan agar bisa bekerja kembal.

“Akan ada training untuk kesiapan skill. Memberikan layanan yang bersifat personal,” jelasnya.

Krishna Syarif, Direktur Pelayanan BPJamsostek pada kesempatan itu menghimbau seluruh stakeholder, terutama pusat pelayanan kehilangan pekerja, pemberi kerja untuk selalu pro aktif bersinergi bersama menyempurnakan ekosistem layanan kecelakaan kerja, layanan Return to Work bagaimana bisa melakukan kualitas layanan kepada peserta dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Ini menjadi titik yang sangat penting dan melibatkan seluruh unsur. Kita mulai dari SDM,” terangnya.

Sementara dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes., Ketua Umum Perhimpunan RS Seluruh Indonesia di sesi akhir diskusi mengajak seluruh pihak bersama-sama mengubah perilaku manajemen yang kurang baik.

“Kita bareng-bareng bikin. Manajemen tools-nya (sistemnya) dan manajemen skill-nya. Termasuk rumah sakit. Kita harus berpikir lebih smart. Karena akhir pandemi Covid-19 ini masih sulit ditebak. Jadi, harus ada inovasi,” ujar Kuntjoro.

Webinar nasional yang difasilitasi AJI Ternate dengan supervisi AJI Indonesia ini berlangsung selama dua jam dan menjangkau hampir ke seluruh Indonesia. Acara ini melibatkan beragam kalangan dari jurnalis, akademisi, mahasiswa, hingga ke masyarakat umum.

Event ini merupakan sesi ketiga dari empat diskusi webinar yang akan digelar. “Kita ucapkan terima kasih kepada para narasumber yang telah meluangkan waktu berbagi informasi kepada publik terkait Pentingnya Manfaat Program JKK Return To Work,” ujar Ketua AJI Ternate Hairil Abdul Rahim.

Pria yang akrab disapa Ai itu juga mengatakan, sebagai apresiasi kepada para jurnalis, AJI juga akan memberikan beasiswa liputan mengenai isu dalam webinar ini dengan mengirim proposal liputan.

“Silakan lihat lebih detil di website aji.or.id. Jurnalis yang terpilih akan mendapatkan pendampingan dari AJI Indonesia selama proses liputan,” tambah Hairil. (*)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts