Pertumbuhan Ekonomi Terkontraksi Akibat Pandemi Covid-19

KILAS JAMBI – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi mengalami kontraksi akibat dampak pandemi Covid-19. Penyebaran virus yang cepat mendorong berbagai negara menerapkan lockdown atau pembatasan sosial. Akibatnya, terjadi penurunan signifikan di sisi supply seiring terganggunya aktivitas industri dan kegiatan komersial lainnya.

Pembatasan pergerakan manusia dan produksi selanjutnya berdampak pada penurunan agregat demand karena berkurangnya permintaan bahan baku produksi. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan II 2020 terkontraksi 1,72% (yoy), melambat dibandingkan triwulan sebelumnya 1,87% (yoy), juga lebih rendah dibandingkan triwulan II 2019 sebesar 4,86% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Bayu Martanto mengatakan penurunan kinerja ekonomi tercermin dari penurunan hampir seluruh lapangan usaha (LU) kecuali LU pertanian. Berkurangnya kegiatan produksi dan perjalanan menyebabkan permintaan dan harga komoditas energi primer menurun. Hal ini berdampak pada perlambatan LU pertambangan.

“Perlambatan juga ditunjukkan oleh LU perdagangan dan LU industri pengolahan. Namun, perbaikan kinerja LU pertanian menahan pelemahan ekonomi lebih dalam. Peningkatan LU pertanian terutama didorong berlangsungnya panen tanaman pangan dan hortikultura,” kata Bayu.

Dikatakannya, dari sisi pengeluaran, perlambatan ekonomi terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran. Kinerja ekspor tercatat kontraksi disebabkan meluasnya wabah Covid-19 di negara tujuan ekspor utama. Konsumsi rumah tangga juga terkontraksi disebabkan pelemahan harga komoditas unggulan daerah. Sementara, konsumsi pemerintah tercatat kontraksi disebabkan belanja barang dan jasa tertahan akibat pembatasan sosial. Namun, belanja dalam rangka pencegahan dan penanganan Covid-19 a.l. perluasan bantuan sosial dapat menahan kontraksi belanja pemerintah lebih dalam.

“Pertumbuhan ekonomi triwulan III 2020 diprakirakan membaik dibanding triwulan sebelumnya. Demikian pula pertumbuhan triwulan IV 2020 diprakirakan meningkat dibanding triwulan III 2020,” kata Bayu Martanto.

Perbaikan ekonomi didorong pulihnya permintaan pada era kenormalan baru seiring relaksasi pembatasan sosial dan membaiknya aktivitas ekonomi secara umum. Peningkatan terutama akan bersumber dari perbaikan LU pertanian dan LU pertambangan. Kinerja LU pertanian didorong oleh membaiknya produktivitas tanaman perkebunan didukung cuaca yang kondusif. Sementara, kinerja LU pertambangan didorong meningkatnya produksi seiring dengan membaiknya harga komoditas energi primer.

“Untuk keseluruhan tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi diprakirakan mengalami perlambatan. Penurunan kinerja ekonomi daerah terutama dipengaruhi oleh dampak outbreak Covid-19,” katanya.

Bayu mengatakan, kebijakan lockdown dan  pembatasan sosial dalam rangka penanganan Covid-19 menjadi faktor utama yang menahan perbaikan ekonomi tahun 2020. (*)

Asesmen perkembangan ekonomi Provinsi Jambi secara lengkap dapat diakses di www.bi.go.id/Publikasi/Kajian Ekonomi Regional/Jambi.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts