Connect with us

Jambi

Pembelajaran Tatap Muka di Kota Jambi Dibuka 4 Oktober 2021

Published

on

Wakil Walikota Jambi Maulana (tengah) mengumumkan pembukaan pembelajaran tatap muka di Kota Jambi. (Kilasjambi.com/Hidayat)

Jambi, kilasjambi.com–  Semua sekolah di Kota Jambi, mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada 4 Oktober 2021.

Wakil Walikota Jambi Maulana mengatakan, sekolah sudah menyiapkan PTM untuk 4 Oktober mendatang. Dari segi kesehatan guru dan murid sudah dipersiapkan. Begitu pula dengan protokol kesehatan di sekolah telah disiapkan.

“Baik dari tenaga pengajar, dan murid sudah divaksin,” kata Maulana di aula Dinas Pendidikan Kota Jambi, Rabu (29/09/2021).

Dia menjelaskan, bagi tenaga pengajar atau peserta didik yang memiliki komorbid harus ada surat keterangan dari dokter. Semua guru dan tenaga pendidik harus selektif dites.

“Sudah berjalan di Puskesmas, kemudian untuk siswa yang udah di atas 12 tahun umurnya harus sudah divaksin,” kata Maulana.

Bagi tenaga pengajar dan peserta jika tidak mau divaksin harus keluar surat komorbid dari dokter. Dia mengatakan pembelajaran tatap muka ini tidak ada paksaan.

“Kalau tidak ada kemauan dari orang tua murid itu, sekolah bisa diupayakan tetap daring,” kata dia.

“Untuk mengatur PTM, nantinya TK itu waktunya satu setengah jam, sedangkan SD dan SMP tiga jam dalam satu harinya,” sambung Maulana.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Mulyadi mengatakan, dinas akan melibatkan semua pengawas dan sudah mengecek di lapangan.

“Dari pantauan kami, semua sekolah sudah siap melaksanakan PTM. Hari ini kita sudah finalisasi untuk rapat semua kepala sekolah,” katanya.

Mulyadi berharap kerja sama kepada semua pihak, karena PTM ini sudah lama dirindukan sama siswa dan orang tua murid.

“Di satu sisi kami juga berharap tidak boleh kita abaikan kesehatan, selalu mengingatkan sekolah tatap menjaga prokes,” katanya.

Saat ini pelajar di Kota Jambi yang sudah melakukan vaksinasi sekitar 72 persen. Sedangkan tenaga pendidik atau guru yang sudah vaksinasi itu sekitar 89 persen.

Reporter: Hidayat

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *