Connect with us

Jambi

Liang Lahat Licin, Petugas Pemakaman Covid-19 Kewalahan

Published

on

Petugas pemakaman jenazah korban Covid-19 Kota Jambi mengaku kewalahan menggali liang lahat saat diguyur hujan, foto: dayat/kilasjambi.com

Kota Jambi, kilasjambi.com – Guyuran hujan menjadi tantangan bagi petugas pemakaman Covid-19 Kota Jambi, mereka kewalahan melakukan pemakaman karena liang lahat yang licin dan dipenuhi air.

Sejak senin pagi (13/09), sebagian besar wilayah Kota Jambi diguyur hujan lebat. Hari itu, ada empat jenazah korban Covid-19 yang dimakamkan di dua lokasi, di TPU Pusara Agung dan TPU Bumi Langgeng.

Ketua Tim Pemusalaraan Jenazah Covid-19 Kota Jambi, Aipda Harianto mengatakan, empat orang jenazah Covid-19 yang dimakamkan berasal dari dua rumah sakit di Kota Jambi. Tiga jenazah dimakamkan di TPU Pusaran Agung, sedangkan satu jenazah dimakamkan di TPU Bumi Langgeng.

“Dari empat jenazah itu, dua jenazah terkonfirmasi Covid-19 menurut hasil tes PCR. Sedangkan dua jenazah lainnya dinyatakan terapar Covid-19 menurut hasil swab antigen,” katanya, Senin (13/09).

Saat-saat diguyur hujan, petugas kata Harianto, di lapangan akan kesulitan melakukan pemakaman karena lubang jenazah dipenuhi dengan air.

“Kita terkendala tidak mempunyai alat penyedot air, kita paling secara manual dengan menggunakan alat seadanya, misalnya ember,” kata Harianto.

“Kondisi di lapangan juga licin, petugas sering terpeleset,” tambahnya.

Pekerjaan penggalian liang lahat untuk jenazah Covid-19 juga mereka lakukan secara manual, jika sebelumnya penggalian dilakukan dengan alat berat.

“Karena alat berat udah diambil oleh pemiliknya, sedangkan untuk lubang jenazah udah habis saat ini. Kalau malam ini ada jenazah Covid-19 untuk dikuburkan, terpaksa kita menggali terlebih dahulu secara manual,” katanya.

Untuk proses pemakaman satu jenazah korban Covid-19 saat hari hujan, kata Harianto,  memerlukan waktu sedikitnya 30 menit. Namun jika tidak hujan, hanya diperlukan waktu sekitar 15 menit.

Petugas pemakaman Covid-19 Kota Jambi melakukan salat jenazah sebelum proses penguburan, foto: dayat/kilasjambi

Bagi jenazah korban Covid-19 yang muslim, sebelum proses penguburan dilakukan salat jenazah terlebih dahulu, “Dan biasanya salat jenazah diikuti keluarga korban,” katanya.

Data dari https://covid19.jambikota.go.id/ pertanggal 13 September 2021, sebanyak 330 orang meninggal dunia akibat Covid-19.

Reporter: Hidayat

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *