Connect with us

Inforial

Belajar Agama di Dunia Maya

Published

on

Foto: Kementerian Kominfo

Jambi, kilasjambi.com – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kota Jambi kembali bergulir. Pada Sabtu, 4 September 2021 pukul 09.00 WIB, telah dilangsungkan Webinar bertajuk “Belajar Agama di Dunia Maya”.

Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital. “Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual.

Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Pada webinar yang sukses dihadiri 110 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Dr. Lintang Ratri Rahmiaji S.Sos M.Si – Dosen Ilmu Komunikasi Undip, Japelidi, Cecep Nurul Alam, S.T., M.T – Bidang Ahli ICT Kopertais II Jawa Barat dan Kepala Divisi e-Learning, Dr. Madyan, M.Pd.I – Dosen Fakulitas Dakwah dan Pascasarjana UIN STS JAMBI, Imam Khalid.S,Sos,. M.I.Kom – Dosen STAI An-Nadwah Kuala Tungkal. Pegiat media sosial yang juga Founder @halomentors, Trainer Market Place, @qonitah_azzahra bertindak sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya.

Pada Sesi pertama, Dr. Lintang Ratri Rahmiaji mengatakan, “Menjadi toleran dan welas asih di ruang digital tentu saja kita punya nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, kalaupun kita bebas tetap tidak boleh melanggar hak digital orang lain”.

Giliran pembicara kedua, Cecep Nurul Alam mengatakan, “perangkat digital mempunyai peran vital dalam melakukan aktivitas digital, misalnya ketika kita melakukan komunikasi seringkali kita menggunakan gawai yang terkoneksi dengan jaringan”.

Tampil sebagai pembicara ketiga Dr. Madyan menegaskan, “Dengan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi, dakwah semakin dimudahkan. Saat ini, untuk mendengarkan pengajian tidak harus berhadapan langsung dengan ulama, namun cukup dengan mengakses internet, masyarakat bisa mendapatkan bahan bacaan keagamaan sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan dan di manapun mereka berada”.

Pembicara keempat, Imam Khalid menjelaskan, “Menggunakan filter pembatasan jenis informasi dengan meng-klik jenis informasi sesuai yang dibutuhkan maka hasil penelusuran akan muncul sesuai jenis informasi yang kita pilih”.

@qonitah_azzahra sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini menuturkan, “Untuk belajar agama di dunia online, cari dulu link yang valid dan dari ustaz-ustaz yang sudah berpengalaman baik online maupun offline, misalnya ustadz Somad dan lain sebagainya”.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Safitri, salah satu peserta yang menanyakan “Bagaimana dengan banyaknya video para pendakwah yang dipotong dan disebar di internet? Sehingga menimbulkan salah penafsiran bagi yang menonton?” dan dijawab oleh narasumber pertama yaitu Dr. Lintang Ratri Rahmiaji. Pertanyaan kedua oleh peserta bernama Maulana Fajri yang menanyakan, “Bagaimana cara kita sebagai anak muda bisa memberikan edukasi agama yang baik di sosial media tanpa harus memberikan hal hal buruk yang bisa diasumsikan oleh anak muda bahwa itu sesuatu hal yang negatif?” dan dijawab oleh pembicara kedua, Cecep Nurul Alam. Pertanyaan ketiga oleh Ossi Febria Almunawarah, “Bagaimanakah inovasi yang harus dilakukan dalam memfilter hoaks, dan bagaimanakah bentuk tindakan penanaman moral terhadap pelaku hoaks agar lebih beretika di dunia digital yang sesuai dengan ajaran agama?”, dan dijawab oleh pembicara Dr. Madyan. Dan pertanyaan keempat oleh Rizki Anggun, “Dengan ilmu agama yang minim dan banyaknya konten-konten agama yang mungkin ada perbedaan. bagaimana dalam menyikapi memilih konten-konten agama tersebut?” dan dijawab oleh pembicara keempat, Imam Khalid.

Webinar ini merupakan kegiatan webinar yang ke-20 dari 37 kali webinar yang akan diselenggarakan di Kota Jambi. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang. (*)

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *