Connect with us

Inforial

Anggota DPR Komisi IX Jelaskan Pentingnya Program Keluarga Berencana BKKBN

Published

on

Sosialisasi program BKKBN yang dihadiri Dharman--mewakili anggota DPR RI Zulfikar Achmad di Bungo. (foto: dok BKKBN)

KILASJAMBI– Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar rangkaian Sosialisasi, Advokasi dan Program Bangga Kencana atau Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana di Provinsi Jambi.

Salah satu kegiatan sosialisasi yaitu digelar di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Tanah Sepenggal, Empelu, Kabupaten Bungo, Jambi. Kegiatan ini di gelar pada Sabtu 5 Desember 2020.

Dalam melakukan hal tersebut, BKKBN mendapat dukungan langsung dari Komisi IX DPR RI. Wujud konkret dukungan itu disampaikan Anggota Komisi IX Zulfikar Achmad–diwakili oleh Dharman SPd, MPd yang terjun langsung ke daerah tersebut.

Di forum itu Dharman menyampaikan pentingnya program Keluarga Berencana dalam mewujudkan keluarga yang sejahtera.

Menurut Zulfikar sebagaimana yang disampaikan Dharman, berbagai program BKKBN, seperti program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang kini dikemas dalam istilah baru menjadi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana disingkat Bangga Kencana, merupakan hal penting yang harus diterapkan di masyarakat.

Hal itu dilakukan supaya kedepannya bangsa ini punya anak-anak sesuai dengan yang diharapkan dari aspek kualitas hidup. Karena sudah dimulai dengan rencana perkawinan yang berkualitas.

Dia pun memaparkan salah satu masalah yang kini masih membelit keluarga di Indonesia, salah satunya stunting. Menurutnya BKKBN yang ditunjuk Presiden Jokowi secara langsung menangani stunting mempunyai tugas yang berat, karena stunting tidak hanya terkait dengan gizi, melainkan juga lingkungan sekitar.

“Ada persoalan lingkungan, air bersih, juga asupan gizi,” kata Dharman yang menyampaikan sambutan dari Zulfikar, Sabtu (5/12/2020).

Untuk mencegah terjadinya stunting sejak dini, kaum ibu perlu memberikan asupan gizi pada anak melalui ASI. Dia menyoroti banyak ibu yang tidak mau memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara optimal. Padahal ASI itu selain memiliki nilai gizi yang tinggi untuk balita, juga untuk imun atau daya tahan balita.

“ASI itu diberikan minimal selama dua tahun. Namun kecenderungan ibu-ibu adalah memberikan makanan yang serba instan, seharusnya mengkonsumsi yang alami,” ujar Dharman.

Terkait dengan kondisi di era pandemi corona saat ini,Zulfikar tak henti mengajak segenap masyarakat mematuhi protokol kesehatan guna menekan laju pertumbuhan covid-19.

“Ayo patuhi protokol kesehatan COVID-19. Kita tahu bahwa sampai saat ini pandemi masih belum berakhir di Indonesia. Untuk itu mari patuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker saat di luar rumah dan jaga jarak satu sama lain saat dalam sebuah perkumpulan,” tutup dia.

Sementara itu, Zulfikri Arif, Managing Director PT Solindo Duta Praga, selaku Event Organizer dalam sejumlah Program Keluarga BKKBN berharap, sosialisasi dan juga bantuan yang telah diberikan BKKBN beserta Komisi IX DPR dapat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami melihat komitmen BKKBN untuk terus melakukan sosialisasi mengenai pentingnya

Keluarga Berencana demi menwujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera cukup besar.

Kami berharap program-program baik itu berupa pelatihan, sosialisasi atau bantuan dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Zulfikri Arif.

Menurutnya, apa yang dilakukan BKKBN saat ini menandakan negara hadir dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang sejahtera.

“Ini bagian dari upaya pemerintah menjadikan masyarakatnya sejahtera,” ujar Zulfikri Arif.

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *