Sumur Warga Tercemar Limbah Oli PT Logistik Alam Semesta

Jambi, kilasjambi.com – Warga RT 28, Kelurahan Paal Merah, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, mengeluhkan sumur mereka tercemar limbah PT. Logistik Alam Semesta.

Salah satu warga setempat Nia Sri Handayani, 36 tahun, mengatakan sebelum tercemar limbah perusahaan, air sumur mereka jernih. Namun saat ini berubah menjadi keruh, kondisi ini sudah terjadi selama 4 bulan dialami warga.

“Kami melihat sumur keruh, kita ambil inisiatif menggunakan kaporit serta tawas, agar bisa digunakan dan tidak mungkin kita menggunakan obat itu terus,” kata Nia, Senin (22/11).

Menurut Nia, sumurnya sudah tidak bisa digunakan lagi airnya. Jika digunakan untuk mandi, menimbulkan rasa gatal-gatal di tubuh.

“Karena air sumur tidak bisa digunakan membuat kami membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama untuk air minum serta mencuci,” kata Nia.

“Jadi saat hujan di balik tembok perusahaan itu mengeluarkan air yang membuat halaman kami tergenang, serta sumur kami menjadi bau oli. Harapan kami untuk air sumur itu kembali jernih serta bisa digunakan lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT 28 Paal Merah, Saria mengatakan, dirinya sudah menerima laporan dari warga, tercatat ada sumur di dua rumah warganya yang tercemar.

“Memang benar bahwasanya sumur warga kita tercemar yang membuat tidak bisa digunakan,” kata Saria.

Mendapat laporan dari warga, Saria langsung merespon dengan melihat langsung kondisi sumur warganya yang tercemar, serta menghubungi pihak perusahaan.

“Kebetulan waktu kemarin saat itu hujan, dan saya datang memang benar bahwasanya tembok perusahaan itu mengeluarkan air dan airnya berbau oli yang membuat tercemar sumur milik warga” kata Saria.

Menanggapi tercemarnya sumur warga dari limbah perusahaan, Pengurus PT. Logistik Alam Semesta, Susanto mengatakan, pihaknya langsung mencari jalan keluar untuk warga yang sumurnya terdampak limbah.

“Kita akan mempersiapkan tangki air bersih sementara ini, untuk memberikan air bersih untuk warga yang sumurnya tercemar,” kata Susanto.

Sedangkan untuk genangan air hujan yang membanjiri halaman warga, diakibatkan perusahaan hanya memiliki satu pembuangan air.

“Memang benar kita saat ini tidak memiliki saluran pembuangan air, dan kita akan koordinasi sama ketua RT terlebih dahulu untuk minta izin membuat tempat pembuangan air. Di dalam gudang ini hanya kita buat parit kecil tempat sementara karena kita tidak memiliki saluran di luar gudang,” kata Susanto.

Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, Sinta Hendra mengatakan, pihaknya juga mendapatkan pengaduan dari masyarakat terkait dugaan pencemaran sumur warga RT 28, Kecamatan Paal Merah.

“Saat ini kita ambil sampel air sumur yang tercemar untuk diuji laboratorium, pengambilan sampel di tiga titik, dua sumur yang tercemar dan satu lagi sumur warga yang belum tercemar,” katanya.

Dari hasil kasat mata, menurutnya, berdasarkan dari sampel yang diambil, air di sumur itu terlihat tercemar tapi masih dugaan sementara dan nantinya diuji laboratorium DLH Provinsi Jambi.

“Jadi bisa ketahuan apakah air sumur ini tercemar akan kita uji terlebih dahulu, dan kita masih menunggu hasil uji laboratorium dalam 10 hari,” katanya.

Saat melakukan pengecekan ke dalam perusahaan tersebut, kata Sinta Hendra, perusahaan menghasilkan limbah B3 yaitu oli bekas yang seharusnya ada tempat penyimpanan sementara.

“Seharusnya perusahaan ini memiliki tempat penampungan limbah B3 yang mana nantinya akan dikelola oleh pihak ketiga, bukan kayak sekarang tercampur oleh air menjadi genangan,” kata Sinta.

Reporter: Hidayat

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts