Connect with us

Jambi

Penipuan di Internet Merajalela, Polda Jambi Minta Pengguna Ponsel Berhati-hati

Published

on

Ilustrasi Penipuan Melalui Internet, foto: jawapos.com

Jon Afrizal*

KILAS JAMBI – Selama masa Work From Home (WFH) diberlakukan, hingga new normal ini, ketergantungan masyarakat umum terhadap internet, terutama smartphone, telah membuat banyak pihak mencari keuntungan dari situasi itu. Salah satu bentuk penipuan yang kerap terjadi adalah beberapa situs yang menyatakan “bagi-bagi kuota internet gratis”, mulai dari 10 gigabyte hingga tak terhingga.

Meskipun, sejauh ini, menurut data Polda Jambi belum ada yang melapor karena merasa dirugikan, tetapi sejatinya ini adalah cyber crime.

Dirkrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Edi Faryadi mengatakan memang sejauh ini belum ada warga yang melapor karena merasa dirugikan. Tetapi, katanya, sejak awal situasi Covid-19 ini, pihaknya telah memberikan himbauan kepada pengguna internet dan ponsel untuk tidak menyebarkan berita bohong (hoax).

“Selain itu juga menjaga situasi ber-media sosial yang nyaman,” katanya, baru-baru ini.

Tim cyber Polda Jambi, katanya, tetap melaksanakan Patroli Cyber untuk menjaga situasi tetap aman.

“Jika ada pihak yang merasa dirugikan terkait penggunaan media sosial dan internet, harap segera melaporkan ke Reskrimsus Polda Jambi. Laporan itu akan segera kami teliti,” katanya.

Sejauh ini, memang tidak ada satupun lembaga di Provinsi Jambi yang memantau kasus ini. Pun juga, di banyak Whatsapp Group (WAG) situs-situs bagi-bagi kuota internet gratis itu diteruskan secara sukarela.

Ini berarti, yang meneruskan pesan itu telah meng-klik situs yang tidak resmi itu. Beberapa kerugian yang dialami orang yang telah meng-klik situs itu adalah seperti data-data yang ada di ponsel pengguna akan diduplikasi oleh pelaku atau yang membuat situs aneh itu, atau biasa dikenal dengan mis- dan dis-informasi.

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi (KIP) Provinsi Jambi, Indra Lesmana mengatakan setiap pengguna internet diharap mematuhi Undang-Undang nomor 19 tahun 2016 tentang ITE. Dengan tidak menyebarkan berita bohong dan memberikan informasi yang tidak benar. ***

* Jurnalis TheJakartaPost

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *