Penangkal Corona, Teh Ide Disebut Dewa Obat Segala Penyakit

KILAS JAMBI – Belum banyak orang paham beda teh biasa dengan Teh Ide. Selain terbuat dari rempah pilihan, minuman unik ini disebut dewa obat segala penyakit. Termasuk menambah daya gedor urusan ranjang.

Pembuatan Teh Ide juga unik, yakni memanfaatkan teknologi mesin “sanggai”. Dimana rempah-rempah dikeringkan airnya, namun tidak menghilangkan khasiat obat yang terdapat dalam rempah tersebut. Bahkan rasa rempah tetap sama.

Kelebihan dengan sanggai adalah rempah-rempah yang telah dikemas dalam satu paket bernama Teh Ide, bisa digunakan sampai tiga kali seduh, mengggunakan air panas atau dingin. Pengawetan alami rempah juga membuatnya mampu bertahan sampai berbulan-bulan.

“Proses produksi semakin meningkat. Sekarang produksi 100-500 bungkus per hari, tergantung permintaan pelanggan,” kata Dede Martino, peramu Teh Ide dengan penuh semangat.

Dia mengatakan untuk meningkatkan produksi, workshop Tekno Martino sedang memproduksi mesin sanggai baru, dengan kapasitas produksi 1.000 bungkus per hari.

Teh Ide, kata Dede kebanyakan dipakai untuk meningkatkan stamina, menyembuhkan flu dan batuk dengan cepat bahkan dari pelanggan ada penyakit mereka yg lain seperti penyakit pernafasan, pencernaan serta beberepa keluhan menahun bisa normal kembali.

Benarkah Teh Ide sekarang mulai digemari anak milenial? Dede mengatakan meskipun terbuat dari rempah, rasanya tidak seperti jamu. Melainkan ada sensasi green sands seperti asam, pedas, manis, sedikit pahit dan nano-nano.

Teh Ide sudah mendapatkan sertifikat Hak Merk dari Kemenkumham. Cara minumnya diseduh dengan teh manis atau langsung dengan madu dan gula, foto: wendi/kilasjambi.com

Pelanggan menyukai rasanya yang unik, kata Dede. Kendati demikian, Teh Ide juga memunculkan kepercayaan pelanggan, karena tampil adanya berupa potongan-potongan rempah. Dan bukan bubuk.

Selain rasanya yang natural, anak milenial suka karena bisa diminum panas maupun menggunakan es. “Kami tidak menyangka rasanya bisa disukai anak-anak milenial,” kata salah satu guru besar di Fakultas Pertanian Universitas Jambi ini.

Untuk bahan yg dibutuhkan, kata Dede sangat mudah ditemukan. Hanya berupa jahe biasa atau jahe merah, lalu kunyit, kayu sepang, kulit manis dan jeruk nipis.

Teh Ide sudah mendapatkan sertifikat Hak Merk dari Kemenkumham. Cara minumnya diseduh dengan teh manis atau langsung dengan madu dan gula.

Berdasarkan testimoni pelanggan di media sosial, kebanyakan peminum Teh Ide, mulai merasakan manfaat yakni menyembuhkan batuk dan pilek dengan cepat, selain itu ada yg mengatakan tangannya sulit digerakkan dan mereka sudah berobat ke Penang, Malaysia. Setelah terapi minum Teh Ide tangannya sudah bisa digerakkan.

Pelanggan lain dengan penyakit degeneratif mengatakan saya sudah bisa merasakan badan semakin bugar dan beraktifitas luar ruangan kembali. Pelanggan lain mengatakan berat badannya sdh mulai berkurang, ada yang bilang sakit saluran pencernaannya mereda.

“Dari hasil riset memang Teh Ide mengandung senyawa yang dapat mengatasi masalah pencernaan, saluran pernafasan dan daya tahan tubuh. Bisa buat menangkal Corona juga. Asal rutin diminum,” tutup Dede.

Untuk diketahui, harga Teh Ide beragam mulai dari Rp7.000 sampai Rp9.000 per bungkus tergantung pada tempat penjualan. Untuk di Shopee Rp8.500 dan Rp9.000. Sedangkan harga grosir di Jambi Rp6.500, itu untuk harga datang langsung ke Outlet Workshop Tekno Martino, yang beralamat di Jl Patimura, Lorong Bersama, Kenali Besar Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. (wendi)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts