Kolaborasi Tular Nalar-Prodi KPI UIN STS Jambi: Gelar Sekolah Kebangsaan bagi Milenial

KILAS JAMBI –  Tular Nalar bekerja sama dengan Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi menggelar Sekolah Kebangsaan yang diikuti sekitar 80 mahasiswa. Acara digelar di D’Pathi Cafe, Sabtu (19/11/2022).

PIC Jambi yang juga Komisioner Komisi Informasi Provinsi Jambi, Siti Masnidar mengatakan kegiatan Tular Nalar di Kota Jambi terdiri dari dua sasaran. Pertama untuk kalangan milenial diberi nama dengan Sekolah Kebangsaan dengan tema “Memangnya Suara Remaja Didengar”. Tujuannya untuk memberikan edukasi pentingnya memilih secara cerdas hingga bagaimana bisa melakukan verifikasi terhadap informasi palsu. Kedua, Akademi Digital Lansia untuk Lansia.

“Hari ini Alhamdulillah acara berlangsung lancar. Terima kasih kepada KPI UIN STS Jambi atas kerja samanya,” kata perempuan yang akrab disapa Aning itu.

Pelatihan Sekolah Kebangsaan juga menghadirkan para fasilitator bersertifikat ToT. Di antaranya Tenaga Ahli DPRD Provinsi Darmawansyah Putra, Dosen KPI yang juga Ahli Pers Dewan Pers Herri Novealdi, Desi Ariyanto Aktivis dan Pengusaha yang juga mantan Komisioner KPU Provinsi Jambi, Ketua AJI Jambi Ahmad Riki Sufrian, Dosen KPI UIN Ade Maulana, dan jurnalis yang juga aktivis perempuan Novita Sari.

Sementara Ketua Prodi KPI Fakuktas Dakwah UIN STS, M Junaidi Habe menyambut baik kerja sama ini. Karena Tular Nalar menggunakan metode interaktif yang didukung oleh ahli literasi media dan digital. Sehingga menjadikan peserta lebih tahu, tanggap, dan tangguh untuk mengajak berpikir kritis di tengah gempuran hoaks.

Ia memberikan apresiasi atas metode dalam penyampaian materi yang partisipatif yang melibatkan 10 fasilitator. Di mana satu fasilitator melakukan pendampingan ke 10 peserta.

“Metode partisipatif mengasah berpikir kritis peserta untuk bisa menyampaikan pendapat,” katanya.

“Diharapkan pada tahun 2024 para pemilih pemula dapat dengan sadar, dan bertanggung jawab mendukung iklim demokrasi dan politik yang kondusif,” kata Junaidi menambahkan.

Ia juga berharap peserta dapat mempraktikkan democratic and political resilience dan digital citizenship, melalui konten digital di media sosial yang mereka miliki. Menurutnya, generasi Z harus cakap dalam digital skill. (*)

Total
1
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts