Connect with us

Inforial

Kemitraan DPR RI dan BKKBN Salurkan Bantuan 2.700 Paket Sembako di Bungo

Published

on

Anggota DPR RI Zulfikar Ahmad (pakai topi) saat menyosialisasikan program BKBBN di Bungo, Senin (12/10/2020). Dalam acara itu kemitraan DPR RI dan BKKBN juga menyalurkan bantuan jaring pengaman sosial. (kilasjambi.com/Dok BKKBN)

KILAS JAMBI– Upaya pemerintah mengurangi dampak pandemi corona di masyarakat terus dilakukan melalui sejumlah instansi. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melalui sistem jaring pengaman sosial dengan menggelotorkan sejumlah program bantuan kepada masyarakat.

Bantuan juga diberikan kepada sejumlah institusi pemerintahan, salah satunya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Dalam kegiatan “Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga Bersama Mitra Kerja” BKKBN bersama dengan Anggota DPR RI Komisi IX Zulfikar Achmad memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok di Kec. Bathin III, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, 12 Oktober 2020.

Dalam acara itu juga digelar sosialisi mengenai program Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dalam rangka meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku keluarga dan masyarakat untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.

“Kami dari DPR RI memikirkan langkah bagaimana uang ini bisa beredar di masyarakat, warga butuh bantuan di saat pandemi Covid-19 ini,” ujar Zulfikar Achmad di lokasi acara.

Zulfikar mengatakan, pihaknya bersama BKKBN memfasilitasi bantuan bagi masyarakat karena di masa pandemi banyak warga yang kehilangan pekerjaan. Maka memang dibutuhkan perhatian pemerintah melalui program seperti ini.

Sejumlah bantuan yang diberikan dalam acara itu di antaranya sembako berupa beras 5 kg dan gula premium 2 kg sebanyak 2.700 paket.

Selain itu BKKBN juga menyalurkan bantuan alat pelindung diri berupa masker, hand sanitizer, hazmat dan sarung tangan medis.

“Kita rangkai dengan sosialisasi keluarga berkualitas, kita juga serahkan bantuan sosial. Sekaligus memastikan bantuan ini sampai ke tangan masyarakat,” tegas Zulfikar.

Zulfikar menilai, pemberian bantuan di era pandemi ini menandakan bahwa pemerintah hadir untuk masyarakat. Selain menyampaikan pesan pembangunan juga pembagian bahan pokok.

“Ini bentuk kepedulian pemerintah untuk menangani dampak sosial yang timbul akibat pandemi ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Zulfikar juga mengingatkan peran Penyuluh KB, petugas lapangan dan kader sukarelawan, juga Mobil Unit Penerangan (MUPEN) se-Indonesia dalam mengkampanyekan protokoler kesehatan di tengah wabah corona.

Kampanye, sosialisasi dan KIE Program Bangga Kencana terus dilakukan dengan penambahan substansi isi pesan tentang informasi terkait Covid 19.

BKKBN memiliki tenaga lini lapangan mencapai 23.000an, Kader sukarelawan hingga 1 juta kader dan sarana penyuluhan yaitu MUPEN yang sudah diberikan kepada Perangkat Dinas KB di kabupaten/ kota se-Indonesia.

Menurut dia, potensi ini digunakan secara sinergis dalam “memerangi” wabah Covid-19 dalam bentuk promosi dan KIE yang mampu mengubah perilaku masyarakat dalam pencegahan Covid-19.

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *