Connect with us

Inforial

Hargai Perjuangan Guru Honorer, Rasid-Mustakim Akan Upayakan Upah yang Layak

Published

on

Membawa Tanjabtim menjadi jauh lebih baik dari kondisi saat ini merupakan misi utama Rasid-Mustakim untuk maju di Pilkada Tanjabtim 2020, Rasid gencar menyerap aspirasi dan keluhan warga ke daerah pelosok, foto: Taufik

KILAS JAMBI – Pengalaman di birokrasi selama hampir 20 tahun membuat calon Bupati Tanjungjabung Timur (Tanjabtim), Abdul Rasid bersama pasangannya Mustakim, betul-betul memahami kondisi para guru tidak tetap (GTT) atau guru honorer di daerah pesisir ini.

Rasid dapat merasakan perjuangan para guru honorer baik di sekolah negeri maupun swasta dalam mencerdaskan anak bangsa di bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung.

Oleh karenanya, calon nomor urut 1 ini bertekad akan memperhatikan nasib para tenaga pendidik honorer di Kabupaten Tanjabtim, mulai dari TK/ PAUD, SD hingga SMP.

Pria yang gemar berpakaian putih ini ingin mengangkat kesejahteraan para guru, Rasid menyatakan akan mengupayakan upah yang layak untuk para guru honorer, baik di sekolah negeri maupun swasta.

“Menjadi guru itu tidak mudah, apalagi di sekolah terpencil. Jika saya dan Pak Mustakim nanti diberikan amanah, kami ingin memberikan perhatian kepada GTT atau guru honorer. Setidaknya mereka mendapatkan penghasilan yang layak dalam menjalani ativitas mengajar di sekolah,” kata Abdul Rasid, Minggu (11/10/2020).

Rasid menjelaskan, peranan dan tanggung jawab guru honorer sama dengan guru yang statusnya Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun dari tingkat kesejahteraan guru honorer masih jauh tertinggal.

“Kita akan perjuangkan, bagaimana guru honorer ini juga bisa sejahtera. Kita juga akan berkonsentrasi bagaimana guru honorer dapat berkompeten dan profesional,” tegasnya.

Selain itu, Rasid juga akan memperjuangkan guru honorer menjadi pegawai negeri sipil, tentunya sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.

Selain GTT atau guru honorer, Abdul Rasid juga akan memberlakukan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) untuk guru PNS, diketahui TKD merupakan tambahan penghasilan yang diberikan kepala daerah.

Menurutnya, TKD merupakan bentuk perhatian daerah terhadap guru. Kerja keras dan perjuangan guru dalam mencerdaskan anak bangsa dan membangun dunia pendidikan sangat wajar dan layak untuk diberikan apresiasi. Dan ini sesuai dengan visi misi RAMAH yakni mencetak sumber daya manusia yang unggul

“Kita akan memberikan TKD untuk guru sebagai tambahan penghasilan. Sebab perjuangan guru dalam mendidik generasi penerus layak untuk diberikan apresiasi. Pemberian TKD akan menambah semangat guru, sehingga mereka dapat mendidik generasi Tanjabtim dengan baik,” tandasnya. (*)

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *