Gandeng Komisi IX DPR RI, BKKBN Gencarkan Kampanye Program KB di Kota Jambi

KILAS JAMBI– Pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Komisi IX DPR RI gencar mengkampanyekan program Keluarga Berencana (KB) melalui kegiatan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Termasuk yang dilakukan Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Sabtu 17 Oktober 2020. Dalam kesempatan itu, BKKBN turut mengundang Anggota Komisi IX H.A.R. Sutan Adil Hendra dalam kegiatan yang bertema Sosialisasi Advokasi dan KIE Program KKBPK Bersama Mitra Kerja.

Dalam acara itu, Sutan menyampaikan betapa pentingnya mempersiapkan keluarga berkualitas melalui Keluarga Berencana, serta upaya pemerintah dan juga DPR dalam mewujudkan program keluarga berencana

Dalam kesempatan itu, Sutan berpesan, khususnya kepada anak-anak muda harus bisa merencanakan dan menyiapkan perkawinan mereka dengan baik.

“Pemerintah daerah juga kemudian harus menyiapkan administrasi, surat menikah, supaya bisa mengontrol anak muda ini,” ujarnya.

Sutan juga menjelaskan pentingnya program keluarga berencana (KB) dalam mengendalikan jumlah penduduk dengan merencanakan keluarga yang berkualitas.

“Program KB yang dicanangkan pemerintah yang dimaksud bukan melarang bapak ibu untuk melahirkan lebih dari dua kali, tetapi bagaimana upaya kita dalam merencanakan keluarga yang berkualitas dan baik kedepannya” kata Sutan.

Dia pun menyarankan kepada masyarakat untuk menghindari yang disebut 4 terlalu (4T).

“Yang pertama terlalu muda, yang kedua terlalu tua, ketiga terlalu sering melahirkan, dan keempat terlalu banyak”, ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Sutan juga memuji program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang kini dikemas dalam istilah baru menjadi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana disingkat Bangga Kencana.

Program tersebut juga merupakan wujud dari upaya pemerintah melaksanakan kebijakan pembangunan keluarga melalui peningkatan 8 kualitas penduduk yang diukur dengan peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga, kebijakan kependudukan melalui aspek pengendalian kuantitas penduduk dan Keluarga Berencana.

“Untuk membentuk keluarga yang berkualitas, upaya itu bisa dimulai dengan perencanaan perkawinan yang baik. Karena perkawinan yang direncanakan dengan baik, akan menghasilkan keluarga yang berkualitas,” ucap dia.

“Makanya, Bangga Kencana ini program yang baik. Masyarakat, khususnya mereka yang masih muda dan akan mempunyai keluarga perlu mengetahui program ini,” ujar Sutan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jambi Munawar Ibrahim menyampaikan pentingnya program KB. Menurutnya, Program KB tidak hanya alat kontrasepsi saja bahkan di undang undang tidak ada yang menyampaikan bahwa BKKBN itu lekat dengan alat kontrasepsi.

“Manfaat KB selain melakukan pengendalian penduduk adalah mengedepankan kesehetan ibu dan anak dan di masa depan adalah ingin membantu mensejahterakan keluarga terutama remaja,” jelasnya.

Dia pun bersyukur tugasnya dalam memberi pemahaman KB kepada masyarakat mendapatkan dukungan langsung dari Komisi IX DPR, sebagai mitra kerja BKKBN Pusat.

“Sebagai mitra kerja, Komisi IX banyak memberikan masukan-masukan dan menyampaikan solusi. Tentunya, pemahaman KB yang komprehensif harus ditularkan ke generasi saat ini, khususnya para milenial ini,” ucap dia.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts