Connect with us

Jambi

Demam Gowes di Jambi Saat Pandemi, Mengikuti Tren atau Hanya Latah?

Published

on

Kawula muda saat bersepeda malam hari di Kota Jambi. (kilasjambi.com/ dok Rifani Halim)

KILASJAMBI– Pandemi Covid-19 telah mendorong orang rajin berolahraga untuk menjaga kebugaran dan imunitas tubuh. Berolahraga dengan bersepeda menjadi alternatif. Selain asyik, bersepeda juga menjadi sarana olahraga yang riang gembira karena dilakukan bersama.

Kini demam gowes pun merebak kemana-mana. Tak terkecuali di Kota Jambi, lalu lalang pesepeda jamak ditemukan, terutama saat akhir pekan.

Bahkan demam gowes ini dapat ditemui di ruas jalan di Kota Jambi. Tak sedikit generasi kiwari yang memancal pedal sepeda saat malam hari.

Rido, satu di antara banyaknya pesepeda dari kawula muda yang ada di Kota Jambi. Dia baru membeli sepeda lipat sekitar dua bulan lalu dengan merogoh kocek Rp2 juta.

Rido mengaku membeli sepeda karena beberapa kawan di lingkungan tempat tinggalnya mulai sering gowes. Karena tren ini, Rido menjadi sering ikut gowes bersama temannya.

Kegiatan gowes bersama itu mereka lakukan pada sore hingga malam hari dengan jarak dan rute yang kerap berubah. “Kami gowes ramai-ramai,” kata Rido kepada Rifani Halim beberapa waktu lalu.

Dia dan beberapa kawannya sebelum memulai gowes biasanya mereka berkumpul. Kemudian mereka menyepakati rute yang akan dilalui. “Rutenya dari Broni-Pasar-Kota Baru, kemudian Telanaipura sampai ke Danau Sipin,” kata dia.

Beragam jenis sepeda yang mereka tunggangi, mulai dari sepeda lipat, pixy dan jenis MTB. Fenomena gowes di Kota Jambi, beberapa bulan terakhir kembali muncul. Biasanya mereka bikin komunitas, berkumpul dan gowes bersama.

“Kita sebarin pamflet dari grup-grup, lalu kami bertemu menentukan titik kumpul. Baru kemudian gowes rame-rame,” ujar Rido.

Keamanan Bersepeda di Jalan Raya

Kawula muda bersepeda malam hari di Kota Jambi. (kilasjambi.com/dok Rifani Halim)

Melihat keamanan pesepeda di Jambi termasuk belum aman. Rido menyebutkan, misalnya para pengendara roda dua dan roda empat kerap kali klakson saat mereka berada di jalanan sempit dan tanjakan.

“Antara pesepeda dan pengendara motor ya intinya kita mesti saling menghargai sih kalau di jalan raya supaya aman,” sebut Rido.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Varial Adhi Putra mengakui sekarang banyak masyarakat di perkotaan yang meminati sepeda. Namun, sepeda belum menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat untuk menjalani berbagai macam aktivitas.

Varial bilang, intansinya akan membahas regulasi terkait keamanan bagi pesepeda di jalan raya. “Untuk jalur-jalur pesepeda itu kita akan mengkaji terlebih dahulu bagaimana baiknya, dan untuk buat aturan itu tidak bisa langsung jadi, perlu kajian” kata Varial di gedung DPRD Provinsi Jambi.

Jika regulasi tersebut sudah diterapkan. maka tertib lalu lintas akan tetap terjaga dengan baik, Selain itu untuk keamanan pesepeda juga terkendali.

“Regulasi juga akan mengacu dari Kemenhub RI. Bisa nantinya regulasi ini kita adopsi di daerah,” demikian Varial. (Rifani Halim)

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *