Connect with us

Wisata

Ayo ke Kedai Menapo, Nikmati Suguhan Minuman Unik dan Jajanan Khas Kampung

Published

on

Suasana Kedai Menapo di komplek Percandian Muara Jambi yang ramai dikunjungi pelancong terutama dari kalangan milenial, foto: kilasjambi.com

KILAS JAMBI – Tempat kongkow dan ngopi dengan nuansa alam membuat para milenial betah berlama-lama di Kedai Menapo, Desa Muaro Jambi, Kabupaten Muaro Jambi.

Tempat ngopi anak muda didesain artistik. Benda-benda antik, eksotik, alami dipadu dengan apik menambah rasa nyaman pengunjung. Berada di bawah rindang kayu bungur atau Sakura-nya tanah Sumatera.

Kedai Menapo hadir untuk menopang objek wisata Candi Muaro Jambi. Ada beberapa menu kampung seperti kopi tuak, kopi tebu, ketan bakar dan klepon menjadi sajian yang menggugah selera.

Momen liburan lebaran Idul Adha memang dimanfaatkan sejumlah lapis masyarakat untuk berwisata ke Candi Muaro Jambi. Termasuk anak-anak muda.

Usai bersepeda berkeliling candi, para milenial kongkow di Kedai Menapo. Duduk santai sambil menikmati kopi khas kampung sembari mendengarkan musik live, yang dimainkan pemuda-pemuda desa sekitar candi.

Selain bisa menikmati musik, pengunjung boleh request lagu maupun bernyanyi secara langsung. Pengunjung kedai kopi pun disuguhkan permainan tradisional.

Tampak pengunjung yang rata-rata anak muda sibuk melakukan swafoto di setiap sudut Kedai Menapo. Mereka menikmati kopi sembari bercanda.

“Kehadiran Kedai Menapo ini, untuk memulihkan ekonomi masyarakat sekitar, yang tidak punya pendapatan selama pandemi Covid 19,” kata pelaku wisata senior, Abdul Havis saat berbincang dengan kilasjambi.com, Sabtu (1/8/2020).

Untuk membuat pengunjung nyaman, maka Kedai Menapo ditata artistik dengan menghadirkan topeng labu, ciri khas Desa Muaro Jambi. “Kita rancang semua spot memiliki keunikan. Sehingga dapat dimanfaatkan anak milenial untuk swafoto,” kata pelaku wisata yang akrab disapa Ahok tersebut.

Tidak hanya tempat, sajian makanan dan minuman pun tradisional. Semua khas kampung Muaro Jambi. Ia mencontohkan klepon yang sedang hangat itu, kita masukkan dalam menu andalan.

Selanjutnya ketan bakar. Rasanya begitu unik, lemak bercampur smoky. Sensasinya amat berbeda saat dimakan.

Untuk minuman itu ada kopi tuak. Kopi yang diseduh dengan air nira. Rasanya cukup manis dan segar. Lalu ada kopi tebu, kopi dicampur air tebu. Minuman selanjutnya adalah teh madu, sangat berguna untuk kesehatan.

Pulihkan Ekonomi Warga Sekitar Candi

Ahok menyadari, pasca pembukaan candi beberapa waktu lalu, ekonomi masyarakat desa sekitar objek wisata Candi Muaro Jambi belum sepenuhnya pulih. Dia pun mengumpulkan anak-anak muda, untuk membangun Kedai Menapo.

Anak-anak muda ini ada yang kuliah ada yang sudah bekerja. Dampak penutupan candi selama hampir 5 bulan, sekitar 92 orang terdiri dari jasa sepeda 26 orang, jasa bentor 22 orang, lalu pedagang suvenir 9 orang, pedagang makanan dan minuman 24 orang dan guide 11 orang sama sekali tidak memiliki pendapatan.

Dia tetap bersyukur, setelah dibuka resmi oleh pemerintah dua pekan lalu, ekonomi pelaku pariwisata Candi Muaro Jambi mulai bergairah. Setidaknya, kata Ahok mereka ada uang masuk. Tidak bekerja serabutan lagi.

Penampakan salah satu sudut Kedai Menapo yang mengusung konsep outdoor, foto: kilasjambi.com

Sementara itu, Zubaidi, Koordinator Keamanan Candi Muaro Jambi menjelaskan, setelah dibuka pada tanggal 18 Juli lalu lalu, ekonomi masyarakat sekitar candi bergairah. Para penyewa sepeda, bentor dan pemilik warung kebanjiran pengunjung.

Pengunjung candi saat libur lebaran ini lebih dari 2.000 orang. Semua datang dari berbagai daerah. Sebagian besar berasal dari Kota Jambi. Total pengunjung setelah dua pekan dibuka sebanyak 5.599 orang.

Zubaidi meminta masyarakat yang hendak berwisata ke Candi Muaro Jambi mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Setiap pengunjung yang hendak masuk, kata Zubaidi harus mencuci tangan dan memakai masker. Selanjutnya dicek suhu tubuh. Bagi pengunjung yang mencapai 37 derajat atau lebih dilarang masuk.

“Kita harap pengunjung yang datang itu patuh dengan protokol kesehatan. Kalau tidak ada masker, tidak diizinkan masuk,” tutup Zubaidi. (swd)

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *