Sarasehan Berbobot Fakultas Dakwah UIN Jambi: Muslimin Tanja Beri Asupan Materi Kepemimpinan

KILAS JAMBI – Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi terus menunjukkan komitmennya meningkatkan kapasitas mahasiswa melalui berbagai kegiatan “berdaging” di lingkungan kampus.

Kali ini, Fakultas Dakwah menghadirkan Muslimin Tanja, Wakil Bupati Tanjungjabung Timur, dalam kuliah umum dengan tema “Narasi Kepemimpinan: Storytelling sebagai Alur Brand Masa Depan”. Selasa, 23 September 2025.

Di hadapan mahasiswa, Muslimin menyampaikan bila memiliki modal dasar berupa tekad yang kuat itu yang membawa kita ke cita-cita. Tanpa kesungguhan akan sulit tercapai.

“Kecuali yang punya keberuntungan. Tapi itu juga satu dua orang, misalnya dia punya privellege sebagai anak presiden atau anak pejabat,” katanya.

Pria yang hobi menekuni dunia jurnalistik itu pun meyakini bahwa kebanyakan kita bukan pewaris. Untuk itu kemampuan yang didapatkan di kampus harus dimaksimalkan. Dan itu, harus diperkuat dengan berorganisasi.

“Dengan berorganisasi kita ditempa, kita belajar diskusi dan menyampaikan ide, itu yang saya alami,” kata Muslimin.

Menurutnya, berorganisasi salah satu tools yang membawa kita menjadi pemimpin, “Kita mungkin tidak pernah bermimpi menjadi pemimpin, termasuk saya mengalir saja, tapi saya sampai di level ini salah satunya karena berorganisasi,” katanya.

Muslimin menceritakan, ia menyelesaikan kuliah hingga 12 semester, namun ia punya tekad bila kuliah lebih dari 8 semester dirinya akan membiayai sendiri, tidak mau lagi menerima kiriman dari orang tua.

“Akhirnya saya bekerja dan penelitan ikut dosen, tapi jangan dicontoh kuliah seperti saya hingga 12 semester,” katanya.

Bekal aktif di lembaga pers mahasiswa, juga menjadikan dirinya cepat membangun jejaring hingga ia bisa melanjutkan  kuliah S2 mengambil jurusan komunikasi politik, dan sampai bisa bergabung ke Charta Politika sebagai direktur riset.

“Namun sejak 2020 saya memutuskan sendiri untuk membuka lembaga survei sendiri bernama Puspol Indonesia,” katanya.

Kini diamanahkan sebagai Wakil Bupati Tanjungjabung Timur, bukan sebuah proses yang instant, mencapai level seperti saat ini dilalui Muslimin dengan penuh perjuangan.

Banyak keluarga yang menyampaikan bila sudah enak hidup di Jakarta, kenapa mau mencalonkan diri? Namun ia merasa tidak bisa mengabaikan kondisi sosial kampung halamannya, dirinya terpanggil dan ada kewajiban untuk membenahi kampung halaman dengan keilmuan dan pengalaman yang dimiliki.

“Ini panggilan moral bagi saya,” kata Muslimin.

Tapi sekali lagi ia menegaskan bila proses seperti yang dilaluinya tidak ada yang instan, pemimpin harus memiliki nilai, terutama nilai-nilai keagamaan.

“Apapun profesinya saat ini harus punya bekal keilmuan,” katanya.

Bicara era kepemimpinan ke depan, katanya, Indonesia yang memiliki bonus demografi harus bisa dimanfaatkan dengan optimal. Sebab, banyak CEO perusahaan besar hingha start up terkemuka yang dipimpin oleh anak-anak muda.

“Perbanyak referensi akan banyak inspirasi yang akan didapat. Anak muda sekarang tidak bisa didikte tapi satu sisi masih dikenal tidak mempunyai disiplin yang rendah, jadi kita perlu berkaca dari orang sukses,” katanya.

Muslimin meyakini bila tantangan ke depan bila tidak punya softskill akan sulit mencapai tujuan yang diinginkan. Begitu juga apa gunanya punya relasi tapi tidak punya skil, akan sulit berkarir terutama untuk menjadi pemimpin.

“Cita-cita itu harus diperjuangkan, apa yang bisa orang lain dapatkan, bisa juga kita raih. Apa yang terjadi di masa depan, tergantung apa yang kita lakukan hari ini,” katanya.

“Jangan sia-siakan kesempatan menimba ilmu di kampus dan berorganisasi lah. Di forum-forum organisasi kita bisa menyampaikan pendapat dan mendapat ruang untuk kebebasan berekspresi,” katanya menambahkan.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts