Dakwah Environmental Care: Memperjuangkan Nilai-nilai Zero Waste

Peluncuran program Dakwah Environmental Care di Fakultas Dakwah UIN Jambi, foto: ist

KILAS JAMBI – Dalam rangka memperjuangkan nilai-nilai Zero Waste (gaya hidup yang bertujuan untuk meminimalkan atau bahkan menghilangkan produksi sampah) dan Ecoteologi, Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi resmi meluncurkan program Dakwah Environmental Care di Dekanat Fakultas Dakwah Rabu, 13 Agustus 2025.

Acara dihadiri Dekan, didampingi oleh Wakil Dekan II dan Wakil Dekan III. Program ini menyelaraskan visi Green Campus dari Rektor dan agenda Ecoteologi dari Kementerian Agama, dengan mengimplementasikan lima agenda tindakan praktis:

  1. Go Tumbler, No Plastic – ajakan membawa tumbler dan menghindari penggunaan plastik sekali pakai.
  2. Save Energy – penggunaan energi bijak di lingkungan kampus.
  3. Perilaku Hidup Sehat – menerapkan pola kehidupan sehat yang juga ramah lingkungan.
  4. Hemat Air – menjaga dan menghemat konsumsi air.
  5. One Man One Tree – setiap individu berkontribusi menanam pohon.

“Kita mulai dari hal-hal kecil di sekitar kita,” tegas Prof Ahmad Syukri, Dekan Fakultas Dakwah UIN STS Jambi.

“Hindari minuman dalam kemasan plastik untuk menciptakan dampak besar,” katanya menambahkan.

Wakil Dekan III, M Junaidi Habe, menyampaikan bahwa Fakultas Dakwah telah menerapkan kebiasaan tanpa plastik sekali pakai dalam beberapa kegiatan, semua peserta wajib membawa tumbler sendiri.

“Meski pelaksanaannya masih agak kurang disiplin, seluruh pejabat dan tenaga kependidikan telah mulai menggunakan tumbler,” kata Junaidi Habe.

Civitas Fakultas Dakwah UIN Jambi terus mengkampanyekan penggunaan tumbler untuk menghindari penggunaan air minum kemasan sekali pakai, foto: ist

Habe menekankan pentingnya konsistensi dalam perilaku sehari-hari. Dekan Fakultas berharap bahwa kelima agenda aksi ini dapat menginspirasi seluruh elemen kampus dan meluas ke masyarakat secara umum.

Sementara itu, Wakil Dekan II, Agus Salim, menekankan urgensi adanya kebijakan resmi dari rektorat agar gerakan ini bukan sekadar slogan di atas kertas, tetapi menjadi gerakan kolektif nyata.

“Tanpa dukungan struktural dan komitmen bersama, perubahan akan berhenti tanpa hasil,” kata Agus Salim.

Lembih lanjut M Junaidi Habe mengatakan bahwa perilaku Zero Waste sangat dipengaruhi oleh kontrol diri, norma sosial, dan pengetahuan lingkungan. Dengan kampus sebagai laboratorium kehidupan, memperkuat nilai ini melalui aksi nyata seperti Dakwah Environmental Care dapat membentuk kebiasaan berkelanjutan di kalangan mahasiswa, dosen, dan staf kampus.

Gaya hidup Zero Waste adalah komitmen ekologis yang dapat dimulai dari hal sederhana seperti membawa tumbler sendiri.  Ardiansyah salah satu dosen Fakultas Dakwah menyambut baik atas peluncuran Dakwah Environmental Care, karena menurutnya ini menjadi langkah strategis yang mengintegrasikan nilai ekologis dalam ranah pendidikan Islam.

“Dengan lima agenda aksi konkret, gerakan ini tidak hanya mendorong kesadaran ekologis, tetapi juga meletakkan dasar budaya ramah lingkungan yang kelak bisa menjadi tradisi,” kata Ardiansyah.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts