Kampus tak Boleh Abai, Harus Berperan Dalam Memitigasi Perubahan Iklim

FGD Al Washliyah Provinsi Jambi bekerja sama dengan Fakultas Dakwah UIN STS Jambi, foto: ist

KILAS JAMBI – Fakultas Dakwah UIN STS Jambi bekerja sama dengan Al Washliyah Provinsi Jambi menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) atau grup diskusi terpumpun dengan tema “Generasi Muda: Aksi Nyata untuk Bumi yang Hijau”. Senin (7/7), di Aula Lantai 1 Fakultas Dakwah.

Sekitar 65 peserta mengikuti kegiatan ini, mulai dari mahasiswa hingga tenaga kependidikan (tendik) di Fakultas Dakwah, FGD ini menghadirkan Gresi Plasmanto, seorang praktisi jurnalis lingkungan yang aktif menulis di Liputan6.com dan kilasjambi.com.

Dalam pemaparannya, Gresi mengupas situasi terkini perubahan iklim dan mitigasi bencana. Paparannya berdasarkan pengalaman liputan di lapangan yang telah ia kerjakan selama berkecimpung menjadi jurnalis. Dia juga menyajikan data dan analisis spasial.

Dalam diskusi tersebut, Gresi memaparkan kondisi lingkungan hidup di Jambi. Ia mengambil tema “Jambi dan Kutukan Sumber Daya Alam”, dalam penekanannya ia menjelaskan buruknya tata kelola sumber daya alam.

Jambi dengan julukan “Sepucuk Jambi Sembilan Lurah” kata Gresi, diberkahi kekayaan sumber daya alam. Mulai dari hutan, mineral, hingga ekosistem sungai. Namun keberkahan sumber daya alam tidak terkelola dengan baik akan berdampak ketimpangan sosial dan ekonomi. Kenaikan suhu dan bencana ekologi tidak tak terelakan akibat salah urus sumber daya alam tersebut.

“Kalau tata kelola sumber daya alam tidak segera diperbaiki, ke depan kita hanya akan menerima bencana. Sekarang sudah mulai terasa, contoh cuaca semakin panas, petani gagal panen, dan belum lagi bencana banjir,” kata Gresi.

Selain itu, menurut Gresi, lembaga pendidikan seperti kampus mempunyai peran yang tidak bisa diabaikan untuk memitigasi perubahan iklim. Kampus bisa menghasilkan riset dan aksi nyata dalam berbagai kegiatannya, terutama terkait pelesetarian lingkungan hidup.

“Saya melihat langkah Fakultas Dakwah sangat baik. pelan-pelan mereka mulai beralih meninggalkan kemasan plastik sekali pakai dengan mengganti tumbler. Ini memang aksi nyata yang kecil. Tapi kalau ini dilakukan konsisten, ke depan gerakannya akan makin masif,” kata dia.

Selain Gresi, FGD juga menghadirkan Dr. Irma Sagala, Kepala Pusat SDGs UIN Jambi yang memaparkan program aksi pengurangan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan yang diterapkan di kampus dan masyarakat sekitar.

Narasumber lainnya, Aryandi Batubara, Akademisi dan Mubaligh, menekankan pentingnya tanggung jawab sosial sebagai khalifah di muka bumi, “Kita harus menjaga dan merawat lingkungan sebagai amanah yang dipercayakan Allah SWT,” katanya.

Sekretaris Al Washliyah Provinsi Jambi, M. J Habe mengatakan, perubahan iklim yang tidak menentu dan problem sampah menuntut niat baik dari setiap individu. Menurutnya, jangan tunggu orang lain, lakukan apa yang bisa kita lakukan untuk mengurangi sampah.

”Aksi nyata yang bisa kita lakukan dalam keseharian adalah menghindari plastik sekali pakai,” kata Wakil Dekan III Fakultas Dakwah itu.

Menariknya, selama FGD ini semua peserta, termasuk panitia dan narasumber dilarang menggunakan gelas plastik sekali pakai. Mereka diminta membawa botol minum sendiri.

“Intinya clear tidak ada yang menggunakan gelas plastik sekali pakai. Hal ini perlu ditiru dan dibudayakan Dan diperlukan juga regulasi dan political will dari pejabat UIN STS Jambi,” katanya menegaskan.

Peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi hingga akhir, tidak ada yang meninggalkan lokasi sebelum kegiatan selesai. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan komunitas peduli lingkungan yang akan:
* Mengawal berbagai aksi lingkungan nyata,
* Mendukung visi Green Campus UIN STS Jambi,
* Berkontribusi pada kampus yang bebas dari sampah plastik sekali pakai di masa depan.

FGD ini menunjukkan bahwa generasi muda, terutama civitas akademika Fakultas Dakwah siap mengambil peran aktif dalam pelestarian lingkungan. Dengan membawa nilai-nilai spiritual dan intelektual, kolaborasi antara Al Washliyah dan UIN STS Jambi menjadi tonggak penting dalam menciptakan kampus berwawasan ekologis dan berkelanjutan.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts