Dokumentasikan Budaya Lokal, Pemuda Dusun Suka Makmur Belajar Manfaatkan Media Digital

Jambi, Kilasjambi.com– Sejumlah pemuda dan pemudi Dusun Suka Makmur, Desa Muhajirin, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, mulai belajar bagaimana mendokumentasikan dan memperkenalkan kebudayaan di lingkungan mereka melalui media digital.

Pembelajaran itu berlangsung dalam Workshop Media Digital dan Publikasi Desa yang digelar di Balai Dusun Suka Makmur, 28 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Kendurian Festival: Revitalisasi Tradisi Makan Berawang sebagai Ruang Toleransi Masyarakat Multietnis yang diselenggarakan Sanggar Seni Sirih Serumpun.

Workshop ini dirancang untuk membekali generasi muda dengan keterampilan dasar membuat konten digital, terutama dalam merekam berbagai potensi budaya yang hidup di tengah masyarakat. Peserta tidak hanya diajak mengenal teknik pengambilan foto dan video, tetapi juga belajar menyusun cerita agar informasi tentang kebudayaan lokal dapat disampaikan secara menarik.

Jenyfer Jie, konten kreator sekaligus food vlogger asal Palembang, hadir sebagai narasumber. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Jambi, itu membagikan pengalamannya dalam memproduksi konten digital, termasuk bagaimana mengemas potensi lokal menjadi cerita yang relevan dan menarik bagi pengguna media sosial.

Dalam pelatihan, peserta mempraktikkan teknik dasar dokumentasi, mulai dari menentukan objek, mengambil gambar dan video, hingga menyusun narasi untuk kebutuhan publikasi. Materi diarahkan pada kebudayaan yang tumbuh di Dusun Suka Makmur, termasuk tradisi makan berawang dan kekayaan kuliner masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang etnis.

Media digital dipandang sebagai ruang baru untuk menjaga keberadaan cerita-cerita budaya tersebut. Melalui foto, video, dan narasi yang dibuat oleh masyarakat sendiri, berbagai praktik budaya tidak hanya dapat direkam sebagai arsip, tetapi juga diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas.

Ketua Sanggar Seni Sirih Serumpun, Fathul Arief, mengatakan generasi muda memiliki posisi penting dalam mendokumentasikan kebudayaan karena mereka sudah sangat dekat dengan teknologi dan media digital.

“Anak-anak muda sebenarnya sudah sangat dekat dengan media digital. Melalui pelatihan ini, kami ingin kemampuan tersebut digunakan untuk mendokumentasikan dan memperkenalkan budaya yang ada di desa mereka sendiri,” ujarnya.

Menurut Fathul, keterlibatan anak muda juga membuka peluang terbentuknya arsip budaya yang dibuat dari perspektif masyarakat sendiri. Foto, video, dan cerita yang mereka hasilkan dapat menjadi rekaman tentang tradisi, kehidupan sehari-hari, serta berbagai ekspresi budaya yang berkembang di Dusun Suka Makmur.

Hal itu menjadi penting karena Dusun Suka Makmur dihuni masyarakat dengan latar belakang etnis yang beragam. Di antaranya Jawa, Minangkabau, Batak, Bugis, Banjar, dan Melayu. Keberagaman tersebut menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat sekaligus kekayaan budaya yang hendak diangkat melalui Kendurian Festival.

Tradisi makan berawang menjadi salah satu titik temu keberagaman tersebut. Tradisi ini tidak hanya dipandang sebagai kegiatan makan bersama, tetapi juga sebagai ruang interaksi dan perjumpaan antarwarga yang berbeda latar belakang.

Workshop media digital menjadi salah satu tahapan dalam rangkaian festival tersebut. Selain pelatihan, Kendurian Festival juga mencakup forum budaya, pelaksanaan tradisi makan berawang, serta pasar budaya kuliner yang melibatkan masyarakat setempat.

Melalui rangkaian kegiatan itu, Sanggar Seni Sirih Serumpun mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengambil peran lebih besar dalam menjaga dan memperkenalkan kebudayaan lokal. Media digital dipilih sebagai salah satu sarana karena memungkinkan cerita dari kampung mereka menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Pada akhirnya, foto, video, dan narasi yang dihasilkan dari pelatihan diharapkan tidak berhenti sebagai konten di media sosial. Dokumentasi tersebut dapat menjadi arsip budaya yang merekam kehidupan masyarakat Dusun Suka Makmur sekaligus menjadi cara baru untuk memperkenalkan tradisi dan keberagaman budaya lokal kepada publik.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *