Connect with us

Jambi

59 Spesimen Uji Swab Tunggu Keluar, Akankah Terjadi Lonjakan Kasus?

Published

on

Laporan harian Gugus Tugas Covid-19 Jambi. (humas Pemprov Jambi)

KILASJAMBI– Sebanyak 59 spesimen uji usap atau swab di Provinsi Jambi masih menunggu hasil. Dalam laporan harian Gugus Tugas Covid-19 Jambi per 13 Agustus 2020, hasil uji swab spesimen yang keluar masih kosong.

“Hari ini tidak ada penambahan kasus baru dan penambahan pasien sembuh, kita masih menunggu 59 uji swab spesimen keluar,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Jambi, Johansyah dalam laporan hariannya.

Uji swab spesimen itu dilakukan secara mandiri di Balai POM Jambi dengan metode reverse-transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR).

Berdasarkan data yang dihimpun sejak 8 Juli hingga 25 Juli 2020, Balai Pom Provinsi Jambi telah melaksanakan pemeriksaan real time- polymerase chain reaction (RT-PCR) terhadap 348 spesimen.

Sementara itu, masih dalam laporan harian per 13 Agustus 2020, tidak ada penambahan kasus konfirmasi dan pasien sembuh.

Saat ini jumlah total konfirmasi positif Covid-19 di Jambi mencapai 215 kasus.

Dari jumlah konfirmasi positif ini di antaranya 92 pasien masih dalam proses perawatan dan pasien sembuh terdapat 119 orang. Sedangkan angka kematian tercatat 4 kasus.

Rekomendasi

Johansyah mengatakan, terdapat beberapa poin rekomendasi dalam penanganan Covid-19. Poin rekomendasi itu di antaranya kata Johan, Gugus Tugas terus meningkatkan kegiatan 4T (tracing, tracking, testing, treatment) di seluruh wilayah penguatan sistem surveilans dan sistem pelayanan kesehatan.

“Penguatan, sinergi dan koordinasi seluruh anggota Gugus Tugas kabupaten/kota dan provinsi,” kata Johansyah.

Johansyah merinci rekomendasi itu, yakni tetap memperlihatkan aturan/syarat dalam persiapan penerapan AKB supaya tetap aman dan produktif bagi seluruh masyarakat.

Peningkatan kegiatan monitoring dan evaluasi secara berkala dengan sanksi tindak yang tegas bagi yang melanggar/tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Setiap wilayah kabupaten/kota memperhatikan hasil pemetaan risiko wilayah sesuai dengan aturan yang berlaku, memaksimalkan upaya-upaya pencegahan penularan baru.

“Bagi kabupaten/kota zona hijau atau kuning, agar tetap waspada terhadap penularan baru dengan melakukan penjagaan pada semua perbatasan perjalanan, isolasi dan ketat dalam penerapan protokol kesehatan, meningkatkan edukasi dan pastisipasi masyarakat serta meningkatkan surveilans aktif.”

Continue Reading
Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *