Umi Habibah Salsabila, Jemaah Haji Termuda Jambi Tahun 2025

Foto: dok sekitarjambi.com

KILAS JAMBI – Ungkapan “menunaikan ibadah haji tak kenal usia” memang tepat. Meskipun ada aturan batas usia minimal untuk mendaftar haji yakni 12 tahun di Indonesia, semangat ibadah haji tidak terbatas oleh usia. 2.938 jemaah Provinsi Jambi pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2025, tentu keberagaman terekam dengan jelas.

Proses pemberangkatan ke Tanah Suci yang menggambarkan semangat untuk beribadah, hingga gambaran kebahagiaan kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat terekam dalam proses pemulangan. Tentu, Embarkasi dan Debarkasi Haji Antara Provinsi Jambi menjadi saksi indahnya ekspresi para jemaah dalam menunaikan rukun Islam kelima, yakni berhaji.

Diantara ribuan jemaah yang menjadi tamu Allah SWT, salah satunya adalah Umi Habibah Salsabila, jemaah KLOTER BTH 13 yang masuk dalam Regu 10 dan Rombongan 3 asal Kota Jambi. Menjadi jemaah termuda se-Provinsi Jambi pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2025, diketahui ia merupakan lulusan Indonesian Al-Quran Center (IAC) yang merupakan yayasan yang bergerak dalam bidang Pendidikan Ilmu Al-Quran yang mencetak para Hafizh-Hafizhah.

Menunaikan ibadah haji di usia 18 tahun, diketahui Umi Habibah Salsabila menggantikan porsi sang ibu yang telah meninggal dunia di tahun 2021 karena mengalami sakit hipertensi. Ia pun mengungkapkan rasa sedih, terharu, dan bahagianya, menunaikan ibadah haji bersama sang ayah.

“Perkenalkan nama saya Umi Habibah Salsabila, usia saya 18 tahun. Saya menggantikan ibu saya yang sudah meninggal pada tahun 2021 karena sakit. Saya menunaikan ibadah haji bersama bapak saya. Ada rasa sedih, terharu, bahagia,” ujarnya.

Anak ke-2 dari tiga bersaudara yang lahir pada 17 Agustus 2006 ini pun berdoa agar sang ayah selalu diberikan kesehatan dan dirinya sukses dalam menjalani kehidupan. Dengan harapan, bahwa ia dan sang ayah menjadi haji yang mabrur.

“Orang tua selalu sehat, semoga kami bisa jadi sukses. Semoga yang muda-muda bisa berangkat haji juga tergerak hatinya. Semoga menjadi haji yang mabrur, Aamiin,” harapnya.

Sebagai sang ayah, Usman Al Khaedori mengungkapkan bahwa keberangkatan Umi Habibah Salsabila sebagai jemaah haji merupakan sebuah cara membahagiakan sang anak. Meski memiliki seorang kakak dan seorang adik, namun rezeki berpihak kepada Umi Habibah Salsabila sang anak tengah. Seperti yang diutarakan oleh Usman Al Khaedori bahwa sang kakak Umi Habibah Salsabila sudah pernah melakukan ibadah umrah, sementara sang adik Umi Habibah Salsabila masih berusia 12 tahun dan bersekolah.

“Saya merasa Alhamdulillah sangat bahagia. Belajar di pondok pesantren baru dapat 19 juz hafal. Ya cita-cita sebagai orangtua, anaknya kalau bisa menjadi keluarga Al-Quran, adiknya juga menghafal Al-Quran, kakaknya suami-istri juga hafal Al-Quran. Kakaknya jadi imam tetap di Masjid Komplek Setia Negara, istrinya pun mengajar private dari door to door,” ujarnya.

Diungkapkan oleh Usman Al Khaedori bahwa Umi Habibah Salsabila membadalkan ibadah melontar jumrahnya. Beribadah haji di Tanah Suci, ia pun selalu berharap bahwa keluarganya menjadi keluarga yang Islami dengan mendidik anak-anaknya sesuai tuntunan Al-Quran.

“Pengalamannya Alhamdulillah ya, beliau yang membadalkan. Harapannya jadi keluarga yang Islami, mendidik anak dengan tuntunan Al Quran.” tutupnya. (Iz/*)

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts