KILAS JAMBI – Proses mobilisasi koper bagasi dan koper kabin Jemaah Calon Haji (JCH) Provinsi Jambi tahun 2025 dilakukan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Antara (EHA) Provinsi Jambi, pada setiap kedatangan jemaah di Asrama EHA Provinsi Jambi. Di setiap Kelompok Terbang (KLOTER), ratusan koper jemaah diterima, diatur, dan dilakukan pengecekan kembali melalui X-Tray pada saat datang di Asrama EHA Provinsi Jambi, agar dapat diterbangkan ke Tanah Suci.
Pada penyelenggaraan ibadah haji, jemaah calon haji Provinsi Jambi mendapatkan kuota dua koper, yakni koper bagasi (koper besar) 25 inci dan koper kabin (koper kecil) 18 inci. Dalam hal ini, ketentuan berat koper bagasi yakni maksimal 32 kilogram dan koper kabin 7 kilogram.
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah (KANWIL) Kementerian Agama (KEMENAG) Provinsi Jambi, Dr. H. Wahyudi Abdul Wahab, M.Fil.I., menyatakan bahwa untuk koper bagasi jemaah, dari Asrama EHA Provinsi Jambi menuju Bandara Sultan Thaha, dimobilisasi 3 jam sebelum keberangkatan jemaah ke Tanah Suci.
Ia menyebutkan bahwa PPIH EHA Provinsi Jambi membentuk tim untuk menangani koper jemaah, yakni tim koper bagasi dan tim mobilisasi koper kabin. Tugas tim koper bagasi yakni dengan jadwal yang sudah ditetapkan, personel harus standby bekerja sama dengan AVSEC Bandara Internasional Hang Nadim Batam untuk memastikan koper bagasi jemaah layak diterbangkan ke Arab Saudi, kemudian tim bagasi Arab Saudi bertugas dalam penempelen stiker sesuai syarikah. Sementara itu, tugas tim mobilisasi mengumpulkan dan mengangkut koper bagasi jemaah ke kendaraan kontainer menuju Bandara Sultan Thaha Jambi.
Sementara itu, untuk proses pengumpulan dan pengangkutan koper kabin yang dibawa oleh jemaah, pada saat kedatangan di Asrama EHA Provinsi Jambi, langsung diambil alih oleh tim mobilisasi koper kabin, untuk dimobilisasi ke kamar jemaah melalui sistem kodefikasi aplikasi web HARAMAINS.
“Rekayasa yang kita buat itu dikoneksikan dengan aplikasi HARAMAINS. Aplikasi ini yang menentukan untuk misal jemaah yang pemondokannya di Marwa warna kode koper kabinnya biru, misalnya untuk jemaah di Gedung Safa kode koper kabinnya putih. Jadi kawan-kawan (petugas) bagian pengendalian tas kabin sudah memisahkan dan langsung dibawa ke gedung, sesuai kodefikasi dari koper kabin tersebut,” ujarnya.
“Alhamdulillah sampai KLOTER terakhir ini (KLOTER BTH 24) mudah-mudahan proses berjalan lancar, tidak ada kendala, tidak ada halangan, kita bersyukur karena niat kita mengejar zero seat,” tuturnya.
Pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025, jemaah Provinsi Jambi terbagi dalam tujuh KLOTER dan diberangkatkan secara bertahap sejak 14 Mei 2025. Hingga KLOTER terakhir keberangkatan ke Tanah Suci, handling koper jemaah berjalan dengan lancar dan diapresiasi oleh para jemaah.
Salah seorang jemaah KLOTER BTH 24 asal Kota Jambi, Muhammad Ied Al Munir, mengapresiasi dan mengungkapkan syukur atas pelayanan yang ia dapat dari PPIH EHA Provinsi Jambi, terkait dengan mobilisasi koper bagasi maupun koper kabin. Ia merasa terbantu dan dimudahkan karena tidak perlu mengangkat dan mengurus koper, sehingga ia bisa lebih fokus menyiapkan diri untuk beribadah.
“Alhamdulillah ya kalau jemaah haji itu kan banyak pikirannya ya, jadi ketika kami dibantu untuk tidak terlalu memikirkan tas besar (koper bagasi), ya kami apresisasi sekali karena kita dimudahkan, karena tidak banyak lagi yang harus dipikirkan,” ungkapnya. (*)