KILAS JAMBI – Di balik koper-koper yang tertata rapi dan kain ihram yang membalut tubuh, wajah penuh harapan terpancar dari ratusan jemaah calon haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (KLOTER) BTH 20 asal Provinsi Jambi.
Suasana penuh suka cita mewarnai halaman Aula Arafah Asrama Haji Embarkasi Antara (EHA) Jambi, saat mereka disambut ramah oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) EHA Provinsi Jambi untuk mengikuti proses pengecekan barang bawaan dan koper kecil melalui X-Tray serta body checking guna mengikuti acara seremonial pelepasan keberangkatan jemaah.
Acara seremonial yang berlangsung pukul 03.35 – 04.05 WIB diikuti antuasias para jemaah KLOTER BTH 20. Terdiri dari 148 jemaah Kabupaten Muaro Jambi, 91 jemaah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, 196 jemaah Kabupaten Merangin, seorang jemaah Kota Jambi, 4 Petugas Haji Daerah (PHD), seorang petugas KBIHU, dan 4 PPIH KLOTER, BTH 20 berisi 445 orang JCH.
Prosesi pelepasan jemaah ke Tanah Suci berlangsung khidmat, dihadiri oleh Gubernur Jambi dalam hal ini diwakili oleh Asisten III Setda Provinsi Jambi Bidang Administrasi Umum Jangcik Mohza, Kepala Kantor Wilayah (KANWIL) Kementerian Agama (KEMENAG) Provinsi Jambi Dr. H. Mahbub Daryanto, M.Pd.I., Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) KANWIL KEMENAG Provinsi Jambi Dr. H. Wahyudi Abdul Wahab, M.Fil.I., serta perwakilan Kepala Kantor KEMENAG Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Merangin, dan Kota Jambi.
Pada sambutannya, Kepala KANWIL KEMENAG Provinsi Jambi, Dr. H. Mahbub Daryanto, M.Pd.I., mengatakan bahwa dengan adanya proses istithaah kesehatan untuk menjalankan ibadah haji, artinya seluruh jemaah yang berangkat ke Tanah Suci harus dalam keadaan sehat. KANWIL KEMENAG Provinsi Jambi melalui Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) selalu berinovasi untuk memberikan pelayanan kepada jemaah, sesuai tema penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025 yakni “Haji Ramah LANSIA dan Disabilitas”. Mahbub berharap dengan adanya aplikasi berbasis web “HARAMAINS” yang terbaru dihadirkan sebagai aksi perubahan, maka kondisi jemaah di Tanah Suci dapat dimonitoring.
“Jadi dengan tagline Haji Ramah LANSIA dan Disabilitas ini, Pak KABID PHU sudah menciptakan aplikasi HARAMAINS, jadi kesehatan Bapak/Ibu terpantau oleh kami dari sisi kesehatan, keamanan, dan itu dilaporkan oleh petugas KLOTER,” ujarnya.
“Belajar tertib, belajar antre, belajar untuk saling berkelompok antara satu dengan lain, jangan pergi sendiri-sendiri,” pesannya.