Pimpinan DPRD Jambi Dorong Desa Seputaran Candi Mandiri Wisata untuk Perkuat Penilaian UNESCO

Waka DPRD Provinsi Jambi Ivan Wirata saat melakukan peninjauan di desa di kawasan Candi Muaro Jambi, foto: ist

KILAS JAMBI – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menuntaskan rangkaian kegiatan Reses Tahap I Tahun 2026 di lokasi terakhir yang dipusatkan di Desa Muara Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (03/02/2026).

Kegiatan reses tersebut dihadiri Kepala Desa Muara Jambi Abudzar, perangkat desa, ketua RT, tokoh masyarakat, kaum ibu, serta warga setempat yang memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari persoalan infrastruktur, keagamaan, hingga pengembangan desa wisata di kawasan kompleks percandian Muaro Jambi.

Pada kesempatan tersebut, Ivan Wirata juga menyerahkan bantuan hibah dana pokok pikiran Tahun 2025 masing-masing senilai Rp50 juta kepada Masjid Nurul Yaqin dan Yayasan Sungai Melayu Mas Ittihadul Khoiriyah yang berada di Desa Muara Jambi. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan sarana keagamaan dan sosial masyarakat di wilayah desa wisata.

Kepala Desa Muara Jambi, Abudzar, dalam penyampaiannya menjelaskan bahwa Desa Muara Jambi merupakan desa wisata yang berada di kawasan strategis kompleks percandian. Namun, desa tersebut saat ini menghadapi persoalan serius berupa abrasi di sepanjang bantaran sungai yang berpotensi mengancam permukiman warga, lingkungan, serta kawasan wisata sejarah.

“Proposal pembangunan turap sungai sudah kami ajukan ke Kementerian PUPR. Kami sangat berharap dukungan dan pengawalan dari DPRD Provinsi Jambi agar pembangunan turap ini bisa segera direalisasikan,” ujar Abudzar.

Sementara itu, Ketua RT 09 Hasbullah menyampaikan aspirasi terkait kondisi jalan lingkungan di wilayahnya yang hingga kini belum sepenuhnya diaspal dan pengerjaannya belum tuntas. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan mobilitas dan aktivitas warga sehari-hari.
Selain itu, Hasbullah juga menyinggung keberlangsungan kegiatan keagamaan di desa. Selama ini, kegiatan pengajian masyarakat masih bergantung pada Pendapatan Asli Desa (PAD) yang bersumber dari terminal desa, termasuk untuk honor guru ngaji PAMI. Ia berharap dukungan dari pemerintah provinsi dapat memperkuat keberlanjutan kegiatan keagamaan tersebut.

Aspirasi lain disampaikan oleh Ibu Marwiyah yang mewakili warga RT 08. Ia mengusulkan bantuan lanjutan untuk pembangunan langgar di wilayahnya. Menurutnya, pembangunan langgar tersebut baru sampai pada tahap pondasi dan masih sangat membutuhkan bantuan, terutama untuk penyelesaian bagian atap.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ivan Wirata menyatakan komitmennya untuk mengawal dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat Desa Muara Jambi. Untuk usulan pembangunan jalan lingkungan, Ivan meminta agar proposal segera disiapkan dan disampaikan paling lambat akhir Maret agar dapat masuk dalam pengajuan anggaran tahun 2026.

“Untuk jalan lingkungan, proposalnya segera disiapkan dan dimasukkan paling lambat akhir Maret, supaya bisa kita dorong masuk dalam pengajuan tahun anggaran 2025,” tegas Ivan.

Terkait persoalan abrasi sungai, Ivan menyampaikan akan berkoordinasi langsung dengan Kepala Balai terkait guna mendorong pembangunan turap sungai, mengingat Desa Muara Jambi merupakan kawasan strategis pariwisata dan cagar budaya. Sedangkan untuk honor guru ngaji, Ivan memastikan bahwa hal tersebut sudah dianggarkan dan akan terus dikawal sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan keagamaan dan pembinaan moral masyarakat.

Lebih lanjut, Ivan Wirata juga menegaskan pentingnya perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jambi maupun Pemerintah Pusat terhadap desa-desa yang berada di sekitar kawasan kompleks percandian Muaro Jambi. Menurutnya, desa-desa penyangga harus didorong menjadi desa mandiri wisata agar masyarakat merasakan langsung dampak ekonomi dari sektor pariwisata.

“Desa-desa di sekitar kawasan percandian ini harus kita dorong menjadi desa mandiri wisata. Kalau infrastrukturnya baik, lingkungannya tertata, dan ekonomi masyarakat bergerak, maka nilai kawasan cagar budaya ini akan semakin kuat,” ujar Ivan.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts