Connect with us

Jambi

Sabet Green Company Award, PT RLU Berkomitmen Jaga Lingkungan Hidup

Published

on

Penyerahan Piagam Indonesia Green Company Award oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan KEHATI Ismid Hadad kepada Meizani Irmadhiany selaku Corporate Affairs Director RLU

KILAS JAMBI – PT Royal Lestari Utama (RLU) kembali memenangkan penghargaan Green Company Award, yang diselenggarakan oleh SWA bekerja sama dengan Yayasan Kehati.

Penghargaan Green Company Award 2019 diserahkan secara langsung oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Kehati, Ismid Hadad, kepada Corporate Affairs Director RLU Meizani Irmadhiany didampingi oleh Arifadi Budiarjo Public Affairs General Manager, dan Yasmine Sagita Sustainability General Manager serta tim pada 22 Oktober 2019.

Dalam kesempatan tersebut juga turut hadir para dewan juri yang diketuai oleh Emil Salim, ahli ekonomi, cendikiawan dan tokoh pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Dalam sambutannya Emil Salim, yang juga pernah menjabat Menteri Lingkungan Hidup menyampaikan bahwa RLU yang mengelola tiga izin Hutan Tanaman Industri berupa karet alam memiliki komitmen kuat dalam berkontribusi bagi lingkungan hidup dan masyarakat di sekitarnya.

“Dalam menjalankan kegiatan bisnisnya RLU juga melindungi area konservasinya, termasuk hutan alam tersisa seluas 2.500 hektar di tengah konsesi yang sangat penting bagi keberlangsungan ekosistem di lansekap Taman Nasional Bukit Tigapuluh di Jambi dan juga melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat,” kata Emil Salim.

RLU merupakan joint venture antara Barito Pacific Group dan Michelin Group yang didirikan tahun 2015 untuk mengelola izin Hutan Tanaman Industri PT Lestari Asri Jaya dan PT Wanmukti Wisesa di Jambi dan PT Multi Kusuma Cemerlang di Kalimantan Timur. RLU memiliki visi untuk menjadi menjadi pelopor produsen karet alam berkelanjutan di Indonesia dengan empat pilar utama dalam menjalankan kinerja bisnisnya yaitu planet (lingkungan), people (sosial), product (produk) dan profit (bisnis).

“Saat ini RLU sedang fokus mengembangkan Wildlife Conservation Area yakni area lindung atau konservasi seluas 9.000 ha, yang diharapkan mendapatkan ruang hidup yang baik bagi satwa kurang lebih 150 ekor gajah di lansekap Bukit Tiga Puluh,” kata Meizani Irmadhiany, Corporate Affairs Director RLU.

Dia mengatakan, pada aspek sosial RLU juga tengah untuk merintis program kemitraan yang saling menguntungkan dengan petani kecil, melalui peningkatan kapasitas bagi para petani kecil dalam budidaya karet terbaik dengan menerapkan teknik budiaya intensif, pembentukan kelompok, perluasan akses petani ke pasar dan juga memperkuat ketercukupan pangan melalui program pertanian terpadu.

RLU juga tengah mengembangkan berbagai upaya dukungan dan kerjasama dengan komunitas Orang Rimba (Suku Anak Dalam) di Jambi yang merupakan Kelompok Adat Terpencil (KAT). Dalam melaksanakan berbagai program tersebut, RLU juga melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak seperti pemerintah dan juga NGO/LSM. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *