Connect with us

Politik

Obrolan Politik Empat Bupati di Kedai Kopi

Published

on

Dua dari kanan: Adirozal, Mashuri, Al Haris dan Romi Hariyanto saat ngobrol di warung kopi di Bungo/ foto: Willy Hely

KILAS JAMBI, Bungo – Tatap muka empat Bupati di Kedai Kopi Panjang, Pasar Atas Bungo, mengundang tanda tanya publik. Meski disebut pertemuan ini hanya silaturahmi biasa, sulit dibantah jika dalam obrolannya mereka tentu membahas perpolitikan Jambi, apalagi jelang Pilkada Serentak 2020, khususnya Pemilihan Gubernur.

Empat Bupati tersebut yakni Mashuri Bupati Bungo, Al Haris Bupati Merangin, Adirozal Bupati Kerinci dan Romi Hariyanto Bupati Tanjab Timur.

Kabarnya, Bupati Muarojambi Masnah Busro juga dijadwalkan hadir, namun belakangan Masnah mendadak berhalangan hadir. Menurut Romi, Masnah harus takziah ke salah satu keluarganya yang meninggal dunia.

Pertemuan empat kepala daerah itu berlangsung Sabtu (13/7) pagi. Menariknya, baik Mashuri, Adirozal, Romi serta Masnah yang berhalangan hadir merupakan kepala daerah yang sama-sama diusung PAN saat Pilkada. Hanya Al Haris yang tak diusung PAN saat Pilkada 2018 lalu.

Tiga hari lalu, Romi Hariyanto bertolak ke Kota Padang Sumatera Barat. Sepulangnya, Romi Hariyanto tak langsung kembali ke Muarasabak, Bupati Tanjab Timur itu singgah di Muaro Bungo. Ia bermalam di sana, Romi memenuhi janji bertemu dengan rekan sesama Bupati di kediaman H Mashuri, Bupati Bungo.

Selaku tuan rumah, Mashuri mengatakan bahwa tatap muka mereka merupakan silaturahmi biasa.

Sudah direncanakan sejak tiga bulan lalu, tidak ada agenda politik tertentu. Tapi kalau mau diterjemahkan demikian silahkan saja, kata Mashuri, usai membuka acara eksibisi olahraga antar kabupaten di Gedung Serunai Bungo.

Perkataan yang sama juga disampaikan Bupati Kerinci Adi Rozal. Ia tegas membantah bahwa pertemuan itu terkait politik, sementara Bupati Al Haris, terkesan mengamini pernyataan dua rekannya.

Titik terang justru diungkap Romi, kepada sejumlah awak media yang menanyainya di luar Gedung Seruni, Romi tak menampik ada pembicaraan politik. Terutama kaitan dengan hiruk pikuk Pilgub Jambi yang sudah mulai ramai.

Kami ini semua kan orang politik. Pastilah ada pembicaraan politik, katanya.

Namun, katanya, memang belum spesifik sampai pada sikap politik. Sejauh ini mereka ingin menyatukan visi bagaimana Jambi ini sebagai rumah bersama, mampu saling besinergi antar daerah.

Kita berniat untuk saling mengisi kekurangan masing-masing, intinya bagaimana Jambi ini ke depan lebih baik, kata Romi.

Romi mengungkapkan, sinergi itu bisa dengan upaya kongkrit penguatan ekonomi di sektor UMKM misalnya. Begitu pula dengan sinergi budaya dan kearifan lokal masing-masing daerah. Disinggung siapa yang akan didukung untuk Pilgub Jambi, Romi mengatakan saatnya nanti akan ada kejutan.

Tunggu saja tanggal mainnya, kata Romi sambil tertawa.

Kembali ke Mashuri, saat konferensi pers, Mashuri juga sempat menjawab soal agenda di Bungo yang bertepatan dengan agenda halal bihalal Forum Jambi Barat yang berlangsung di Hotel Ratu di Kota Jambi. Mashuri menegaskan dia tidak akan hadir di acara tersebut karena memang tidak mendapat undangan.

Bahwa acara hari ini karena terkait acara di Jambi itu, saya tegaskan tidak ada hubungan sama sekali, acara kami ini sudah direncanakan jauh hari. Tidak mungkin kami membatalkan acara di Bungo ini, kata Mashuri. (kilasjambi.com/st)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *