Connect with us

Jambi

Musprov III Persinas ASAD, Fasha: Saya Bangga Pencak Silat Mendunia

Published

on

Ketua PB Persinas ASAD Kayat Sukayat memberikan cinderamata ke Fasha/ foto: kilasjambi.com

KILAS JAMBI – Perkumpulan Pencak Silat, Persinas ASAD Jambi menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) III dan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), 4 hingga 5 Oktober 2019. Kegiatan ini dibuka di kompleks Persijam, Kota Jambi, Jumat sore.

Pembukaan dihadiri langsung Ketua PB Persinas ASAD H Kayat Sukayat, Ketua Persinas ASAD Provinsi Jambi Pelda (Purn) H Hasan Basri Harahap, Pengurus IPSI Jambi, serta dibuka langsung oleh Wali Kota Jambi Syarif Fasha.

Musprov III Persinas ASAD Jambi mengakat tema, “Peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam kemampuan pendayagunaan teknologi digital (digital scoring) serta peran generasi muda dalam pengembangan pencak silat menuju Jambi Terkini dan Tuntas”.

Ketua PB Persinas ASAD, H Kayat Sukayat dalam sambutannya mengatakan, pencak silat merupakan budaya asli Indonesia, dan sudah diakui tingkat internasional.

“IPSI dan Persilat sedang mengupayakan pencak silat masuk dalam ajang olimpiade, saat ini sedang berlangsung kejuaraan internasional di Phuket, dua cabor diwakili atlet dari Persinas ASAD,” kata Kayat.

Menurut Kayat, dengan bela diri pencak silat raga dan jiwa menjadi sehat, ia mengatakan pencak silat dulu indentik dengan pesantren, sehingga sekarang mereka memiliki program fokus pembinaan generasi di Ponpes

“Agar santri kuat dan sehat serta memiliki ketangkasan dalam bela negara,” kata Kayat Sukayat.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menghasilkan pesilat tangguh untuk berkontribusi bagi Provinsi Jambi,” tambahnya.

Kayat meminta meski banyak pesilat di bawah arahan suhu dan pendekar yang berbeda-beda, namun yang penting tetap menjaga kekompakkan, dan di bawah naungan IPSI para pesilat bisa mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, khususnya di Provinsi Jambi.

“Selamat bermusyawarah, untuk memunculkan suatu yang bermanfaat dan barokah,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Fasha dalam pengarahannya meminta program pencak silat ke depan lebih diprioritaskan bagi anggota, dan bukan hanya untuk pengurus saja.

“Saya sangat mengapresiasi program yang dilakukan Persinas ASAD,” kata Fasha.

“Kita boleh bersitegang dalam kompetisi, tapi tetap sportif dan professional di luar arena,” tambah Fasha.

Fasha pun menceritakan pengalamannya saat melakukan kunjungan kerja ke luar negeri, tepatnya di Rotterdam, Belanda, saat dalam perjalanan di Rotterdam. Ia melihat di suatu tama nada sekelompok warga Rotterdam yang sedang berlatih bela diri pencak silat dengan menggunakan pakaian hitam.

“Saya bangga pencak silat sudah dikenal dunia,” katanya.

“Kita adalah pusat melahirkan pencak silat, kita jangan sampai kalah dengan negara luar yang mengadopsi,” kata Fasha lagi.

Untuk itu, Fasha meminta setiap kompetisi pencak silat yang digelar jangan hanya dijadikan ajang untuk menjadi yang terbaik, tapi ajang menjaga silaturahmi.

Sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota Jambi terhadap atlet bela diri seperti pencak silat, mayoritas personel Satpol PP Kota Jambi direkrut dari atlet-atlet bela diri yang berprestasi.

“Ada sekitar 160 Satpol PP Kota Jambi yang kita ambil atlet beladiri berprestasi. Mulai dari wushu, karate, taekwondo, tarung drajat hingga pencak silat. Dan yang terbanyak adalah dari pencak silat, inilah bentuk perhatian kami,” kata Fasha.

Dalam kesempatan ini dilakukan juga penyematan sabuk kehormatan oleh Ketua IPSI Jambi ke Wali Kota Fasha, serta pemberian cindera mata. (*)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *