Resmikan Pojok Pengawasan, Bawaslu Ajak Masyarakat Ikut Awasi Pilkada

Ketua Bawaslu Jambi bersama anggota Bawaslu RI. Ketua Bawaslu Jambi bersama anggota Bawaslu RI. istimewa

JAMBI – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jambi menggelar sosialisasi dengan seluruh elemen, di LPMP Jambi, Kamis 16 November 2017. Sosialisasi dilakukan untuk persiapan pemilihan gubernur, bupati, dan walikota tahun 2018. Kegiatan ini dilanjutkan dengan peresmian pojok pengawasan di Kantor Bawaslu Provinsi Jambi.

Kegiatan dihadiri anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin, koordinator bidang pengawasan dan sosialisasi, Panwaslu Kota Jambi, KPU Provinsi Jambi, forkopimda, pengurus partai, serta tamu undangan lainnya.

Disampaikan Mochammad Afifuddin, Anggota Bawaslu RI, pihaknya ingin ada kerja sama yang berkelanjutan antara Bawaslu dan masyarakat, terutama dengan media masa. “Apapun yang kita lakukan jika tidak diketahui masyarakat, itu semua percuma,” katanya usai kegiatan.

“Tantangan besar sebenarnya adalah mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi. Karena jika masyarakat ikut mengawasi, masyarakat harus tahu terlebih dulu pengetahuan tentang pengawasan,” sambungnya.

Afif mengatakan, hal ini menjadi pekerjaan yang serius. Bukan hanya di tingkat kabupaten/kota, provinsi, bahkan pusat juga harus bisa menjalin kerja sama dengan semua pihak terkait. “Tanpa kerja sama yang baik, Bawaslu tidak akan bisa menjalankan tugasnya secara maksimal untuk mengawasi. Terutama pada orientasi pencegahan,” ujarnya.

Dikatakannya, jika semua elemen menyampaikan pentingnya pengawasan pada saat Pilkada, hal ini pastinya akan berdampak besar. "Kita ingin pencegahan ini lebih maksimal dari pada penindakan. Karena, jika penindakan pastinya akan ada pihak yang akan di vonis,” ujarnya.

Pimpinan Bawaslu RI tersebut juga meresmikan Pojok Pengawasan, sebagai sarana peningkatan pengawasan partisifatif bagi masyarakat.

Pimpinan Bawaslu Provinsi Jambi, Rofiqoh Pebrianti mengatakan, Pojok Pengawasan ini merupakan program dari Bawaslu RI di Korbid pengawasan, menurutnya, tempat tersebut merupakan sarana berdiskusi dan bertukar informasi masalah pengawasan.

Tujuan utama adanya Pojok Pengawasan ini menyasar masyarakat, menurutnya, sarana ini untuk meningkatkan pengawasan partisifatif bagi masyarakat. “Dari Pojok Pengawasan inilah masyarakat bisa mendapatkan informasi, nanti disiapkan buku, komputer yang bisa diakses tentang data-data pengawasan kita,” ujar Rofiqoh. (kj01)

Nilai butir ini
(0 pilihan)