Connect with us

Jambi

Ekonomi Kreatif sebagai Alternatif Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Published

on

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Bayu Martanto/ foto: kilasjambi.com

KILAS JAMBI – Salah satu sektor yang diperkirakan dapat menjadi alternatif untuk mendorong terciptanya transformasi ekonomi daerah adalah ekonomi kreatif, untuk mendorong peningkatan ekonomi kreatif, Bank Indonesia sebagai salah satu lembaga pemerintahan yang konsen terhadap pertumbuhan ekonomi menggelar “Seminar Ekonomi Kreatif sebagai Alternatif Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru”.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Bayu Martanto mengatakan, penyelanggaraan seminar ini tidak terlepas dari inisiatif yang digagas oleh Forum Komunikasi Kebijakan Ekonomi dan Sosial Provinsi Jambi, yang terdiri dari unsur Pemerintah Daerah, BPS, BI, Bappeda, Akademisi dan pemangku kepentingan terkait.

Ia mengatakan, menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk menurunkan konsentrasi perekonomian dan pertambangan, salah satu sektor yang saat ini cukup prospektif, feasible untuk dikembangkan dan telah menjadi program pemerintah pusat adalah ekonomi kreatif.

Bayu menuturkan prospektifnya pengembangan ekonomi kreatif juga terkonfirmasi oleh data dari United Nations Conference of Trade and Development (UNCTAD) pada periode 2002-2015, UNCTAD mencatat nilai ekspor komoditas ekonomi kreatif negara berkembang mampu melampaui nilai ekspor negara maju.

“Data tersebut menunjukkan bahwa negara berkembang termasuk Indonesia, memiliki peluang dan daya saing yang sebanding bahkan dapat melampaui negara maju di sektor ekonomi kreatif,” kata Bayu.

Baca juga: Gratis!! BI Rekrut Wirausaha Binaan, Ini Syarat-syaratnya

Prospek tersebut, menurut Bayu, tidak terlepas dari karakteristik ekonomi kreatif yang relatif berbeda dengan sektor ekonomi lain. Dalam ekonomi kreatif, faktor produksi yang dibutuhkan hanya satu yaitu sumber daya manusia. Sementara produk utama ekonomi kreatif adalah ide, kreativitas dan peluang dan modal yang sama untuk menjadi yang unggul di sektor ini.

Dengan paradigma ekonomi kreatif, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi dapat lebih tinggi melampaui growth trajectory ataupun memperpendek catch-up effect terhadap negara atau daerah lain yang lebih maju.

“Dalam mengembangkan ekonomi kreatif, kami percaya bahwa upaya kolaborasi dari berbagai pihak perlu terus dikuatkan. Sektor ini merupakan sektor ekonomi yang relatif baru, sehingga menjadi tugas kita bersama untuk terus membesarkan dan mengembangkannya,” katanya.

Seminar yang dilaksanakan Selasa pagi (2/7) ini menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten. Yakni Kepala Bappeda Provinsi Jambi Doni Iskandar, Kepala Disperindag Provinsi Jambi Ariansyah, Kepala BPS Provinsi Jambi Dadang Hardiwan dan Owner Siemens Grup Simon Daud. (kilasjambi.com)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *